“Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?” (Luk 6: 41) Suatu hari, seekor anak ayam mentertawakan anak semut yang tidak memiliki sayap untuk terbang. Dengan tersenyum, anak semut berkata, bahwa dirinya memang tidak dapat terbang, tapi si anak ayam itu, walaupun memiliki sayap tetap tidak…
Penulis: Admin
September Hitam
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Karangan Bunga” Tiga anak kecil dalamlangkah malu-malu datang ke Salemba sore itu. Ini dari kami bertigapita hitam pada karangan bungasebab kami ikut berduka dengan kakak yang ditembak mati siang tadi(Taufiq Ismail) Julukan Khas Bangsa Kita ‘September Hitam’, adalah sebuah frase idiomatik, julukan, dan bahkan mungkin juga sebagai sebuah identitas paling…
Renungan Harian Katolik
STOP MENGHAKIMI PERBANYAK BERCERMIN
Jumat, 12 September 2025 Oleh Romo Agus CSsR Manusia cenderung mudah menghakimi tapi sulit bercermin. Lebih mudah melihat kesalahan, kejelekan orang lain daripada introspeksi diri. Memang lebih mudah menilai daripada melihat ke dalam. Untuk itulah Yesus menantang dengan pernyataan, “Mengapa engkau melihat selumbar di mata saudaramu tetapi balok di matamu sendiri tidak engkau lihat”. #romoaguscssr…
Persaudaraan Kasih
“Bakti anak pada orangtua itu tidak dapat diukur dengan materi, tapi dari besar kepedulian kasihnya.” -Mas Redjo … Perhatian kasih dari anak menantu itu tampak kecil dan sepele, tapi bagi saya amat spesial. Rabo malam saya hendak mencari makan ke warung di dekat rumah. Rencananya makan sambil ngobrol dengan si empunya itu asyik. Karena saya…
Memulihkan Citra Allah di Dalam Diri Kita
Luk 6: 27-38Kabar Baik dari Tuhan untukmu: “Tuhan percaya, bahwa engkau dapat berkata dan berbuat seperti Diri-Nya. Maka citra Allah di dalam dirimu terpulihkan kembali.” Yesus menegaskan dalam Firman-Nya kepada kita tentang identitas putra-putri Alllah sebagai berikut: Pesannya untuk kita: Monsignor RD Inno Ngutra
Stop Sikap Mendendam
Di balik sikap mendendam itu ada perlakuan yang tidak adil, pengkianatan, dan kekecewaan. Sikap mendendam itu menguasai hidup kita dengan aktif menyerang atau kita membiarkan begitu saja. Sikap mendendam itu mampu mengubah sifat seorang jadi pembenci. Jika pendendam ini memiliki sifat pembenci, maka tiada rasa damai di hatinya. Yesus membantu kita untuk menyadari kelemahan itu….
Turut Merasakan Pilu
Ketika seseorang hanya mengingat saya di saat mengalami masalah, saya tidak merasa jadi tempat sampah. Saya bersyukur, karena dicari dia yang merasa tidak berarti dan tak bisa pergi ke yang lain. Dalam beberapa ajaran agama, seperti yang tertulis di Alkitab, “seseorang yang dicela dan difitnah, karena mengikuti jalan kebenaran” itu justru seharusnya merasa beruntung dan…







