Dentangan Lonceng Nurani
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Suara nyaring yang mengiang sendu dari balik sadarmu.”(Suara Panggilan Nurani) Lonceng Nurani, adalah idiom bermakna filosofis yang dapat diibaratkan sebagai sebuah ‘suara hati’, dan berfungsi sebagai sebuah “kesadaran serta rasa tanggung jawab dari seorang manusia.” Manusia dan Suara Hati Setiap manusia memiliki sekeping nurani...
Pesta Kristus Raja
“Lihatlah Sang Raja yang tidak menyelamatkan diri-Nya, tetapi menyelamatkan kita.” Allah mengajar kami memandang Kristus Raja: Raja yang bertakhta bukan di kursi emas, melainkan di kayu salib. Bentuklah hati kami agar mampu mengenali kemuliaan-Nya yang tersembunyi dalam kerendahan dan pengorbanan. Bangsa Israel datang kepada Daud dan berkata, “Kami ini...
Secercah Cahaya Semesta -52
Bocah Angin-545
Topeng Solidaritas Kemanusiaan
1.Ada apa dengan matamu?Kuman di seberang lautan tampakBatu besar di depan mata tak kelihatanAtas nama kata suci imanmuengkau kotori wajahmu dengan kerakusanAtas nama solidaritas kemanusiaanengkau telanjangi harkat martabatkuBasuh wajahmu dan lihatlah di cerminGosok gigi bersihkan mulutmuBerkacalah pada bayanganmuLihatlah cahaya mentari di kepalamujawablah apa itu solidaritas sesamaPandanglah pijakan telapak kakimubacalah...
Bersujud dan Berserah
Sebagai orang beriman, bersujud adalah penyerahan diri total, simbol ketaatan paling nyata, dan momen terdekat antara hamba dan Tuhan. Dengan sujud, orang beriman menunjukkan kepatuhan, kerendahan hati, dan permohonan kepada Allah. Sikap itu yang ditunjukkan pemungut cukai, ketika berdoa. Ia merasa malu, tidak pantas, dan tidak mempunyai daftar karya...
Jaga Hati Tetap Bersih
“Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataan-Mu.” Hati Bunda Maria bersih. Ia taat dan tidak menyangkal yang diperintahkan Tuhan. Setiap ada perkara yang besar, Bunda Maria selalu menyimpan segala sesuatu itu di dalam hatinya. Ia tidak mau salah menilai, menghakimi, salah mengambil keputusan, dan salah bertindak. Ia tidak...
Hidup setelah Mati
Seorang remaja baru saja jadi yatim piatu. Bapak dan Ibunya meninggal dunia berturut-turut tahun lalu dan pertengahan tahun ini. Pada saat banyak orang datang melayat Ibunya, mereka mengungkapkan kesedihan dan menangis dalam haru. Remaja itu tenang dan menyambut setiap orang yang datang. Berapa orang bertanya, mengapa ia tidak kelihatan...
Telaga Hati nan Bening
Kepada para sahabat yang jadi tempat curhat, sesungguhnya Anda bukanlah ‘tong sampah’, tapi ‘telaga ketenangan’. Di telaga hatimu yang bening, resah banyak orang itu menemukan ketenangan. Di telaga hatimu yang bening itu menyiratkan lubuk hati yang dalam, tenang dan jernih. Dengan bening, tersirat hati yang jujur melihat solusi dari...
Hidup untuk Kristus
Mungkin kita sering bertanya tentang wujud kehidupan setelah kehidupan di dunia ini. Dalam Injil, Yesus berbicara tentang kebangkitan. Bukan hal yang harus diperdebatkan lagi, melainkan hal itu sudah pasti ada, bahkan Yesus sendiri disebut sebagai yang sulung dari semua orang yang mengalami kebangkitan. Karena itu, kita diajak untuk dekat...
Hidup dalam Terang Kasih
“Tidak ada yang sia-sia, ketika hidup ini dipersembahkan kepada Tuhan dan bersandar pada-Nya.” Orang-orang Saduki mendekati Yesus dengan hati yang tertutup. Mereka menolak kebangkitan, karena hanya percaya pada yang tampak, dapat diukur, dan yang berada dalam kendali mereka. Tapi Yesus mengangkat pandangan kami lebih tinggi, dan menyingkapkan, bahwa Engkau...
Secercah Cahaya Semesta -51
Bocah Angin-545
Wajah Ijazah dan Gelar Sekolah
1.Mulut membunyikan kata-kataagar maksud tersampaikan kepada pendengarBibir bicara mengucapkan ragam kalimatagar makna meraih telinga sesamaBahasa lahir sebagai bagian peradaban manusiaagar komunikasi terjalin dalam relasiAngin terus berhembus bagi lapar dahaga nafastanpa kata manis dan kalimat berbunga-bungaYang penting siang malam bersemibagi matahari dan bulan bintangMembiaskan sinar di tengah alam iniTanpa kreasi...
Menanamkan Kepedulian
“Budaya ‘sapa aruh’ itu makin bermakna, ketika kita berbagi pada sesama untuk menemukan Allah yang bertakhta di hati.” –Mas Redjo Sekadar ‘sapa aruh’ itu tidak cukup, tapi makin bermakna, ketika kita kian peduli untuk memanusiawikan sesama. Semangat untuk mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri itu harus dihidupi. Kita tidak...
Refleksi Hari Guru:
Guruku Matahariku
Fr. M. Christoforus, BHK “Guru adalah matahari dalam hidup manusia.”(Idealisme Bangsa) Ucapan Penghormatan Bermakna “Selamat Hari Guru,” adalah sebuah ucapan rutin tahunan, tatkala Hari Guru tiba di setiap tanggal 25 November dalam setiap tahun di negeri kita. Ucapan bermakna itu menandakan, bahwa ada “rasa hormat dan apresiasi dari warga...
Hidup Bersaudara dalam Keluarga Yesus
Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali kita menjumpai seseorang menganggap orang lain sebagai saudaranya. Padahal mereka tidak mempunyai hubungan darah, tapi mereka dapat hidup berdampingan sebagai saudara: saling mendukung, menghargai, dan mengasihi dengan tulus, bahkan terkadang melebihi keharmonisan dalam keluarga inti mereka. Dalam Injil, Yesus menganggap kita sebagai saudara dan...
Rumah Doa yang Sejati
Kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tapi kamu menjadikannya sarang penyamun” (Luk 19: 46). Yesus mengusir para pedagang dari Bait Allah yang suci, karena tidak lagi jadi tempat doa dan ibadah orang Israel kepada Allah, tapi sudah jadi tempat berdagang, yang utama hanya soal untung dan...
Kobarkan Hati Kami bagi Hadirat-Mu, Tuhan
“Ketika Tuhan datang mendekat, Ia memulihkan yang kudus dan membangkitkan kembali kerinduan akan hadirat-Nya.” Injil memperlihatkan Yesus memasuki Bait Allah, bukan sebagai pengunjung biasa, melainkan sebagai Tuhan atas tempat suci itu. Ia membersihkan Bait Allah, mengusir yang tidak pantas, dan mengingatkan umat, bahwa rumah Allah adalah rumah doa. Dalam...