Hidup dalam Cinta Kasih Kristus

Alangkah indah dan bahagia bagi orang yang hidup dalam cinta kasih Kristus. Mereka hidup dalam suatu relasi yang baik dengan Tuhan, sungguh merasakan cinta kasih-Nya.

Satu keluarga memiliki kebiasaan baik, yaitu berdoa secara teratur dan rutin, ditambah dengan perwujudan nilai kesetiaan dan saling menghargai di antara anggotanya, sangat wajar menyatakan diri mengalami cinta kasih Kristus.

Bapa dan Ibu keluarga ini sungguh menikmati makna kesabaran itu. Masing-masing sabar terhadap yang lainnya, bila ada perbedaan pendapat, mendengarkan dan memahami satu sama lain menjadi nomor satu. Setiap dari mereka menghindari sikap menang sendiri atau kecenderungan menekan yang lain. Anak-anak sangat patuh kepada orang tua dan menjalankan dengan benar tugas-tugasnya baik di dalam rumah maupun di luar rumah. Mereka dikenal orang-orang di sekitarnya sebagai keluarga Katolik yang baik dan setia.

Pengalaman hidup keluarga itu menggambarkan kenyataan banyak keluarga di sekitar kita. Santo Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Efesus menyinggung keluarga-keluaga dan komunitas kita yang selalu berusaha hidup dalam cinta kasih Kristus. Jika dibutuhkan sebuah kesaksian Kristen dari keluarga-keluarga dan komunitas kita, cara hidup seperti itu mesti ditampilkan dan diwartakan kepada siapa pun dan ke mana pun.

Santo Paulus memberikan nasihat supaya dalam mempertahankan gaya hidup tersebut, setiap anggota keluarga dan komunitas perlu menghindari perilaku negatif seperti percabulan dan rupa-rupa pencemaran, keserakahan, dan perkataan kotor. Semua rencana jahat dan tindakannya harus dapat dicegah dan dimatikan. Bahkan, terhadap oknum atau pihak-pihak yang menyebarkan sikap-sikap jahat itu, Paulus menasihati agar mereka tidak boleh dijadikan teman atau rekan sekerja. Mereka dapat didoakan untuk bertobat, tapi tidak untuk sebuah kerja sama dan membangun persekutuan.

Setiap orang, keluarga, masyarakat, dan bangsa mengharapkan hidup yang nyaman, damai, dan bertenggang rasa. Mereka adalah anak-anak Abraham, yang memiliki hak untuk dijamin hidupnya yang bermartabat. Orang-orang sakit dan terkucilkan adalah yang diutamakan oleh Yesus untuk dipulihkan supaya mereka dapat mengalami sukacita dan hidup dalam cinta kasih Kristus seperti yang dialami oleh orang-orang kebanyakan di sekitarnya.

“Ya, Yesus, di tengah kesulitan dan sakit, kami mendambakan belas kasih dari-Mu. Berkatilah setiap usaha dan kerja kami dalam meringankan sakit dan penderitaan sesama. Amin.”

(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)