Hati yang Bebas dari Keserakahan

“Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu” (Luk 12: 15).
Dalam Injil, Yesus mengingatkan, bahwa hati manusia dapat perlahan dipenuhi oleh keinginan untuk memiliki dan menguasai. Keserakahan sering kali tidak muncul dalam bentuk yang besar dan jelas, tapi tumbuh secara diam-diam di dalam hati: ketika seseorang mulai merasa tidak pernah cukup, terlalu melekat pada yang dimiliki, atau menaruh rasa aman pada hal-hal yang fana.
Tanpa disadari, hati dapat menjadi sibuk mengumpulkan banyak hal untuk diri sendiri, tapi justru semakin jauh dari Tuhan dan semakin kurang peka terhadap sesama. Sejatinya yang tampak berkelimpahan di luar itu tidak selalu menjamin kedamaian batin di dalam diri. Sebab hidup manusia tidak bergantung pada banyaknya harta, melainkan pada hati yang tetap tinggal di dalam Tuhan.
Tuhan, ajarlah kami untuk hidup dengan hati yang bebas, agar kami mampu mempersembahkan kepada-Mu kasih yang sungguh kami hidupi setiap hari.
Sr. Miryam Leoni, P. Karm
Senin, 19 Oktober 2026
Ef 2: 1-10; Mzm 100: 2-5; Luk 12: 13-21
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.