Terang Melenyapkan Gelap

Anto, bocah kelas 5 SD itu berteriak histeris dan menangis di kamarnya pada tengah malam. Ia bermimpi buruk dikejar binatang buas. Bapaknya segera masuk ke kamar, menyalakan lampu dan menenangkan anaknya itu. Ketakutan Anto perlahan lenyap, tapi ia meminta Bapaknya untuk tidak meninggalkan dia. Bapak harus tidur bersamanya. Anto sungguh menikmati terang yang baru dan meninggalkan mimpi gelap yang menakutkan.
Bagi Tuhan dan kekuasaan-Nya yang kita imani, kegelapan adalah musuh yang harus dikalahkan. Setan dengan segala tipu daya dan kejahatannya adalah bagian utama kegelapan itu. Ada banyak manusia yang mengikuti setan di dalam kegelapan. Namanya gelap berarti terdapat halangan bagi kemampuan indrawi kita untuk melihat. Batin kita kesulitan untuk melihat secara rohani, ketika kepekatan dosa itu sudah sangat berat.
Dalam Injil, Yesus bersikap tegas kepada orang-orang munafik. Kemunafikan pada prinsipnya adalah suatu pola hidup dalam kegelapan. Munafik yang dalam Bahasa Inggris: ‘hypocrite’ mengandung arti aktor, yaitu orang yang berbuat dan menjadi seolah-olah seseorang atau sesuatu yang bukan dirinya. Yesus melawan sikap ini. Misalnya orang-orang itu berbuat dan tampil sungguh baik dan suci untuk dilihat orang, tapi sebenarnya mereka jahat dan pengkhianat.
Orang-orang munafik pintar memakai topeng untuk menutup keburukan dan kejahatan dirinya. Mereka berada dalam kegelapan. Keberadaan dan gerak-geriknya sangat terbebani oleh kekawatiran, jika kegelapan dirinya itu dihadapkan oleh terang, lalu kerahasiaannya terbongkar. Sebenarnya orang-orang munafik itu hidupnya terbebani dan sengsara. Paling pertama mereka takut dengan dirinya sendiri, kalau pada suatu kesempatan tidak mampu mempertahankan kegelapan yang melindunginya. Di samping itu ia takut akan orang lain dan Tuhan, kalau nanti kesempatan itu datang; kebohongan dan kemunafikannya terbuka untuk diketahui umum.
Solusinya ialah, berhentilah menjadi munafik, karena kegelapan dalam diri ini tidak bertahan selamanya. Tuhan dan Malaikat-malaikat-Nya, termasuk sesama di sekitar kita, ditambah bantuan alat komunikasi kian canggih pasti cepat atau lambat akan membuka semuanya. Santo Paulus di dalam suratnya menegaskan, bahwa hidup kita yang dibimbing oleh Roh Kudus adalah hidup dalam terang. Kegelapan menjadi lenyap, dan kita harus mempertahankan kehidupan yang istimewa ini.
“Ya, Yesus yang mulia, di bawah bimbingan cahaya kebangkitan-Mu nan perkasa, semoga kami selalu memakai cahaya-Mu untuk mewartakan kebenaran di dalam dunia ini. Amin.”
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.