Kemerdekaan dari Kepura-puraan

“Kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan” (Luk 11: 39).
Dalam Injil, Yesus mengingatkan, bahwa kehidupan iman tidak cukup hanya terlihat baik di luar. Ia menegur orang-orang Farisi yang tampak saleh, tapi belum sungguh membuka hati kepada Allah. Mereka tekun menjalankan aturan agama, tapi melupakan pertobatan hati yang menjadi inti kehidupan rohani.
Sering kali, kita pun dapat jatuh dalam sikap yang sama. Kita rajin mengikuti kegiatan rohani, berdoa, atau menjalankan berbagai kewajiban agama, tapi masih menyimpan kesombongan, iri hati, kemarahan, kelekatan pada dosa, atau keinginan untuk selalu mengutamakan diri sendiri. Tanpa disadari, kita lebih sibuk menjaga penampilan sebagai orang beriman daripada membiarkan Tuhan membaharui hati kita.
Tuhan mengajak kita untuk hidup dalam ketulusan. Kemerdekaan yang diberikan Kristus membebaskan kita dari dosa dan kepura-puraan, sehingga kita mampu mengasihi, melayani, dan berbuat baik dengan tulus.
Semoga hati kita senantiasa diperbarui oleh rahmat-Nya, agar hidup kita menjadi kesaksian nyata tentang kasih Kristus.
Fr. Redemptus Maria, CSE
Selasa, 13 Oktober 2026
Gal 4: 31-5:6; Mzm 119: 41.43.45.47-48 Luk 11: 37-41
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.