Yesus Hadir di Tengah Badai Hidup

Tapi segera Yesus berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” (Mat 14: 27).
Penginjil Matius menggambarkan pergolakan yang dialami para murid di tengah bahaya. Mereka berlayar tanpa kehadiran Yesus, lalu perahu mereka diterjang badai yang dahsyat di tengah danau. Kepanikan muncul, dan mereka pun merasa hidup terancam. Tapi Yesus tidak tinggal diam. Ia datang kepada mereka dan menolong, menunjukkan diri-Nya sebagai Tuhan yang berkuasa atas alam semesta.
Peristiwa ini menegaskan, bahwa Yesus tidak pernah absen dari pergolakan hidup manusia. Ia senantiasa hadir dan menyertai setiap orang yang percaya kepada-Nya. Ia adalah Pribadi yang hidup dan berkuasa, yang tidak membiarkan umat-Nya berjuang sendirian. Dalam kehidupan sehari-hari, kita pun tidak lepas dari badai: rasa takut, cemas, marah, dan keputusasaan.
Melalui Injil ini, kita diingatkan, bahwa Yesus selalu hadir, bahkan ketika kita merasa Ia jauh. Ia mendengar setiap seruan hati yang bersandar kepada-Nya. Karena itu, kita diajak untuk membangun relasi yang mendalam dengan Yesus melalui doa dan penyerahan hidup. Dengan demikian, di tengah badai kehidupan, kita tetap berpegang pada harapan dan percaya, bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita.
Fr. Eduardo Janssen, CSE
Minggu, 09 Agustus 2026
1 Raj 19: 9.11-13 Mzm 85: 9-14 Rm 9: 1-5; Mat 14: 22-33
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.