Hidup sebagai Ungkapan Kasih

“Berbahagia bukan hanya karena mendengarkan firman Allah, melainkan karena membiarkan firman itu mengubah hidup kita agar menjadi nyata dalam kasih.”
Allah yang Maha Rahim,
Siapakah yang lebih berbahagia daripada seorang Ibu yang mengandung Putra-Mu dan menyusui-Nya? Tapi Yesus mengungkapkan berkat yang jauh lebih luas daripada kebahagiaan menjadi Ibu-Nya: “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan memeliharanya.”
Bunda Maria sungguh terberkati, bukan hanya karena ia melahirkan Yesus, melainkan karena sejak semula ia telah membuka hatinya bagi firman-Mu. Jawabannya kepada Malaikat, “Jadilah padaku menurut perkataanmu,” itu menjadi ungkapan iman yang terus dihidupi sepanjang hidupnya. Sebelum mengandung Sang Sabda yang menjadi manusia, ia telah terlebih dahulu menyediakan tempat bagi-Nya di dalam hatinya.
Bapa, melalui Sakramen Baptis, kami pun telah mengenakan Kristus. Santo Paulus mengingatkan, bahwa kami semua adalah anak-anak-Mu, karena iman. Bahwa perbedaan suku, kedudukan, maupun latar belakang itu tidak menentukan nilai kami di hadapan-Mu. Dalam Kristus, kami semua satu. Betapa indahnya rahmat menjadi anggota keluarga-Mu, bukan karena kedudukan atau keistimewaan kami, melainkan karena kasih-Mu yang penuh kerahiman!
Bapa mendengarkan firman-Mu barulah awal perjalanan. Firman-Mu bukan belenggu yang merampas kebebasan kami, melainkan terang yang menjaga langkah kami agar tidak tersesat. Ketika kami percaya dan menjalankannya, kami menemukan kebebasan sejati untuk menjadi pribadi seperti yang Engkau kehendaki. Seperti Bunda Maria, semoga kami menerima firman-Mu dengan iman dan membiarkannya membentuk pilihan, relasi, serta kehidupan kami sehari-hari.
Roh Kudus, tumbuhkanlah kerinduan kami akan Kitab Suci. Ajarlah kami bukan sekadar membaca firman-Mu, tapi mengenali Yesus di dalamnya dan menanggapinya dengan hati yang terbuka. Semoga hidup kami menjadi kesaksian nyata akan kebaikan-Mu, sehingga orang lain dapat mengalami kasih-Mu melalui perkataan dan perbuatan kami.
Bunda Maria, ajarlah kami untuk berkata ‘ya’ dengan setia. Bimbinglah kami semakin dekat kepada Putramu, agar kami mendengarkan sabda-Nya, memeliharanya dengan setia, dan semakin menyerupai-Nya setiap hari.
Yesus, Engkaulah andalanku. Semoga sabda-Mu tinggal di dalam hati kami dan menghasilkan buah dalam kehidupan kami.
Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.