Jangan Membanding-bandingkan

“Ketika aku berhenti membandingkan yang aku terima, dan mulai memandang siapa Engkau, aku sadar: kasih karunia-Mu sudah lebih dari cukup.”

Allah yang Maha Rahim, Engkau mengingatkan kami:
“Aku sendiri akan mencari domba-domba-Ku dan menyelamatkan mereka.”

Engkaulah Gembalaku. Aku tidak pernah sendirian. Aku tidak pernah terlupakan.

Sering kali hatiku seperti para pekerja di kebun anggur itu. Aku berhitung, membandingkan, dan merasa, “Mengapa dia mendapat berkat itu? Mengapa bukan aku? Aku sudah lebih lama melayani…”
Ampunilah aku, Bapa.

Aku lupa, bahwa kasih-Mu bukan upah yang harus aku peroleh. Rahmat-Mu bukan sesuatu yang jadi berkurang, ketika Engkau memberikannya kepada orang lain. Engkau tidak memberikan sedikit dari diri-Mu, tapi memberikan diri-Mu sepenuhnya.

Ketika melihat orang lain menerima berkat yang selama ini kurindukan, ajarlah aku untuk ikut bersukacita.

Ketika melihat seseorang yang jauh dari-Mu kembali kepadaMu, jangan biarkan aku berkata, “Kok dia juga diterima?” Biarlah aku berkata, “Puji Tuhan, satu anak-Mu telah ditemukan kembali.”

Ketika aku mulai sibuk menghitung apa yang kudapat, arahkan kembali mataku kepada wajah-Mu. Sebab sesungguhnya aku sudah menerima segala-galanya: Engkau sendiri.

Tuhanku, Gembalaku, tuntunlah aku. Pulihkan luka dalam diriku. Carilah aku, ketika tersesat. Cukupkan aku dengan kasih-Mu. Ubahlah hatiku agar aku tidak lagi hidup dengan membandingkan, tapi dengan bersyukur.

Semoga kami melayani-Mu bukan demi penghargaan, pujian, atau imbalan, melainkan karena kami bersyukur telah Kau undang masuk ke dalam kebun anggur-Mu.

Jangan biarkan aku bertanya, “Apakah aku mendapat cukup?”
Ajarlah aku berkata dengan penuh syukur:
“Tuhan adalah Gembalaku, takkan kekurangan aku.” Amin.

HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)