Ketika Musim Hujan Tiba
Mosaik Serpihan Kelana -69
Pemburu Jejak Angin
Simply da Flores

Di atas ladang gersang kemiskinan
desah nafas petani sahaja tersengal menantikan
kapan musim hujan segera melangkah turun
Pohon-pohon yang layu terbakar di padang dan hutan belantara
merintih merana dipanggang bara dan dicekik kabut asap
Entah apinya kapan padam dan asapnya kapan sirna
Deretan tanya jiwa raga pada alam semesta
tentang musim panas yang berkepanjangan
tentang gunung api meletus dan guncangan gempa
Tak tahu kapan datangnya musim hujan secara pasti
Mengapa cuaca dan musim semakin tak menentu
Tak tahu apa dan siapa membakar lahan hutan
Setelah dilanda kejadian dasyat alam seperti gempa dan letusan gunung api di tanah air
Ada juga ancaman tsunami dan gempa megatrust
Datangnya musim hujan nanti yang berpotensi hadirkan banjir dan longsor
Ketakpastian dan kecemasan semakin menggugat di berbagai wilayah
Entah di daerah padang tandus
Entah di area hutan yang digundulkan
Entah di wilayah perkebunan dan tambang
Entah di kota dan pemukiman yang banyak sampahnya
Alam sering digugat, ditagih dan dikutuk
seperti selalu menjadi sumber masalah musim tak menentu
Ketika musim hujan akan tiba
ternyata sikap dan tanggapan setiap pribadi berbeda
Entah karena berbeda wilayah dan profesi
Entah karena kebutuhan dan pengalaman tak sama
Tetapi…
saat musim tak menentu dan terik panas membakar yang biasa disalahkan adalah rakyat kecil sederhana
Yang biasa dipertanyakan adalah alam lingkungan semesta
Bahkan sering Sang Ilahi digugat dan dituduh penyebabnya
Dan perilaku manusia umumnya diabaikan
padahal kebanyakan kita lupa bersyukur dan tak peduli menjaga alam lingkungan
Ketika musim hujan tiba
Para petani sahaja merekah harapan untuk mengolah ladang meraih rezekinya
Tanah yang gersang kering dan retak tersenyum
akan kembali gembur dan sejuk bagi aneka benih dan ekosistem kehidupan
Musim yang normal ternyata mengingatkan makna hakiki
Kita manusia diajar oleh realitas semesta
Tanpa alam ini, manusia pasti mati dan punah
Tetapi tanpa kita manusia
alam jagat ini tetap lestari harmoni
Manusia tergantung mutlak pada alam jagat ini
Adakah kesadaran tanggung jawab kita
Masihkah ada ayat terima kasih ditulis jiwa raga
Berapa banyak bait syukur didaraskan dan menjadi syair lagu peradaban?
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.