Menerima dan Memilih

Di dalam keluarga, atau suatu persekutuan hidup seperti komunitas dan organisasi, keseragaman dan penyamarataan umumnya bukan sesuatu yang selalu baik dan indah. Prinsip, bahwa setiap pribadi manusia adalah unik, sekalipun itu di antara saudara kembar, adalah benar adanya.

Prinsip itu menjadi pegangan kita untuk memperlakukan setiap orang secara berbeda-beda. Prinsip itu pula menjadi rujukan dasar, bila kita membangun keluarga atau komunitas, kita dapat memberdayakan setiap potensi yang berbeda-beda itu untuk kebaikan. Tuhan mengaruniakan setiap keunikan pada manusia, memberkatinya, dan memanggil setiap orang supaya meniti jalan-Nya untuk sampai kepada kesempurnaan dengan memberdayakan keunikannya itu.

Dalam Injil, dikisahkan sebuah keluarga yang menyambut kedatangan Yesus, sungguh menjadi sangat berbeda, jika Maria dan Marta tidak memiliki keunikan masing-masing. Karunia pada Marta mewakili semua karunia pada kita semua, baik pria maupun wanita yang berorientasi pada menerima atau menyambut. Hal ini adalah karunia yang sangat manusiawi, juga berkualitas Ilahi.

Tuhan menaruh di dalam diri masing-masing karunia ini, supaya kita dapat menerima dan menyambut sesuatu atau seseorang, untuk menjadi bagian dalam hidup kita. Akan menjadi hal yang sangat berguna, jika karunia itu diwujudkan dalam menyambut atau menerima yang datang ke dalam pribadi, keluarga, komunitas dan masyarakat kita, apa yang berguna dan memajukan hidup kita, baik jasmani maupun rohani. Tentu kita juga memiliki kewajiban untuk tidak menerima yang datang itu untuk merusak atau membawa kehancuran.

Tuhan menaruh di dalam diri kita karunia untuk memilih, yang di dalam Injil dipersonifikasi oleh Maria. Bahkan Tuhan mengatakan, bahwa karunia ini memiliki kualitas lebih tinggi, bila dibandingkan dengan pekerjaan menerima atau menyambut. Maria dikatakan memilih yang lebih tinggi itu. Mengapa demikian? Kiranya ini tidak pertama-tama ingin mempertentangkan satu pribadi dengan pribadi yang lain, bahkan memisahkan atau memecah-belah.

Satu hal penting yang bisa kita yakini ialah, di dalam menerima atau menyambut kita mengizinkan banyak hal atau orang atas nama cinta kasih dan hasrat untuk bertumbuh dalam pengetahuan atau wawasan. Ketika memilih, kita sudah membuat filter atau diskresi supaya suatu pilihan itu adalah yang terbaik dari semua yang telah kita terima.

“Ya, Yesus, murnikan pikiran dan hati kami supaya dapat memilih yang terbaik. Amin.”

(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)