Mengenali Tuhan

Yuvita, murid kelas dua SD baru seminggu masuk sekolah. Di dalam pelajaran Agama, mereka diajarkan berdoa “Bapa Kami” dan doa-doa umum lainnya. Murid-murid diminta Gurunya untuk mencatat rumusan doa Bapa Kami. Tetapi Yuvita hanya menuliskan judul doa “Bapa Kami.” Di bawahnya ia menggambar wajah seorang lelaki: rambut agak tebal dan keriting, berkumis, dan jenggot tipis.

Ibu Guru itu bertanya, mengapa Yuvita menggambar wajah itu? Murid itu menjawab: “Doa Bapa Kami sudah aku hafal, padahal aku mau sesuatu yang lebih, yaitu wajah Bapa Allah. Karena aku tidak tahu wajah Tuhan Allah, aku lebih baik menggambar wajah Bapakku di rumah. Dia juga baik seperti Tuhan Allah.”

Yuvita mewakili kita, semua orang beriman yang ingin mengenali Tuhan Allah secara nyata. Tapi sama seperti dia, kita pasti kesulitan menentukan wajah-Nya seperti apa atau siapa. Tidak seorang pun manusia mampu melakukan ini, tapi Yesus Kristus yang adalah Putra Allah justru melakukan bagi kita. Wajah Yesus tidak asing bagi kita. Mengenali Dia, melihat wajah-Nya dan berjumpa Dia, ialah sama saja dengan mengalami Bapa Allah.

Secara khusus kita bertemu Tuhan Allah sendiri yang memperkenalkan diri-Nya kepada kita. Melalui kitab Nabi Yesaya bab 10, Tuhan Allah menyatakan diri-Nya sebagai Penguasa alam semesta dan terutama atas segala bangsa di bumi. Kejahatan yang dibuat oleh bangsa-bangsa tidak ber-Tuhan akan dikalahkan oleh kuasa Surgawi, di mana Allah memakai bangsa Asyur untuk menindas mereka. Sesungguhnya Tuhan hendak menyadarkan mereka agar segera bertobat dan berbalik kepada-Nya.

Yesus memperkenalkan Allah sebagai Tuhan yang telah menjelma di dalam diri-Nya. Ia sendiri mengenal Allah Bapa dan seperti apa Allah Bapa itu, kita hanya bisa mendapatkan dalam diri Yesus Kristus yang sedang berbicara dan berjumpa dengan kita. Di dalam doa kepada Bapa, Yesus meminta supaya semua kebaikan dan kemurahan jadi berkat-berkat bagi orang-orang sederhana, kecil, dan menderita. Orang-orang congkak, sombong dan cerdik susah sekali mengenali Tuhan.

Banyak dari kita mengenali Tuhan dengan sungguh pada saat kesulitan dan penderitaan serta kita sangat membutuhkan pertolongan-Nya. Kita mengenali Tuhan saat Ia membebaskan kita dari segala penindasan dan penganiayaan. Ketika kita dalam situasi sakit dan tidak berdaya. Di dalam hidup yang sederhana dan rendah hati kita juga mengenal Tuhan.

“Ya, Allah yang Maha Kuasa, kuatkanlah kami dengan berkat-berkat-Mu, supaya kami dapat mengenali Engkau dengan tanpa halangan dalam segala situasi hidup kami. Amin.”

(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)