Intimasi Kasih

“Kami sibuk melakukan sesuatu untuk Tuhan sampai lupa untuk tinggal bersama-Nya. Tapi Maria mengingatkan kami, bahwa ‘bagian yang terbaik’ itu mendengarkan sabda-Nya.”
Allah yang Maha Rahim,
Engkau mengenal aku sepenuhnya.
Engkau mengetahui pikiranku, pergumulanku, kesibukanku, kegelisahanku, bahkan hal-hal yang tidak kusadari dalam hatiku.
Putra-Mu datang ke rumah Marta dan Maria. Marta sibuk melayani, sementara Maria duduk dekat kaki Yesus dan mendengarkan-Nya.
Sering kali kami mengira, bahwa Yesus sedang menegur Marta, karena ia sibuk melayani. Tapi mungkin Engkau sedang menunjukkan sesuatu yang jauh lebih dalam. “Marta, Marta…”
Bukan suara kemarahan, melainkan suara kasih dari Tuhan yang mengenal hatinya. Yesus melihat, bahwa pelayanannya mulai berubah menjadi kecemasan, kebaikannya menjadi kejengkelan, dan kesibukannya membuatnya kehilangan sukacita berada dekat dengan-Nya.
Bapa, bukankah kami juga sering seperti Marta?
Kami begitu sibuk melakukan sesuatu untuk-Mu sampai lupa untuk tinggal bersama-Mu.
Sementara itu, Maria mengingatkan kami akan ‘bagian yang terbaik’: duduk di kaki Yesus dan mendengarkan sabda-Nya.
Paulus mengingatkan kami, bahwa rahmat-Mu sanggup mengubah hidup secara total. Ia yang dahulu menganiaya Gereja justru dipanggil untuk mewartakan Kristus.
Bapa, ajarlah kami melayani seperti Marta, tapi dengan hati Maria. Biarlah tangan kami tetap siap melayani, tapi hati kami tetap tertuju kepada Kristus.
Ketika Yesus memanggil nama kami, biarlah kami mendengar bukan teguran, melainkan kasih. “Bersabdalah, ya, Tuhan, hamba-Mu mendengarkan.”
Yesus, tinggallah dekat dengan kami, agar segala sesuatu yang kami lakukan mengalir dari kedekatan kami dengan-Mu. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.