Hidup Sejati dalam Kristus

“Sabda Tuhan memanggil kita untuk meninggalkan keterikatan, mengikuti Kristus, dan menemukan hidup sejati dalam Dia.”

Allah yang Maha Rahim,
Gereja mengenang Santo Hieronimus, yang mengabdikan hidupnya untuk mengenal, menerjemahkan, dan mewartakan Sabda-Mu. Melalui dirinya, kami diingatkan, bahwa Kitab Suci bukan sekadar kumpulan tulisan kuno. Sabda-Mu adalah undangan-Mu yang hidup untuk mengenal-Mu, mempercayai-Mu, dan mengikuti Putra-Mu.

Ayub berhadapan dengan kebesaran-Mu dan menyadari betapa terbatasnya pengertian manusia. Ia tidak mampu memahami seluruh karya-Mu. Dalam Mazmur, hati yang berada dalam kegelapan tetap berseru kepada-Mu: “Biarlah doaku sampai ke hadapan-Mu.”

Dalam Injil, Yesus datang membawa panggilan yang tegas: “Ikutlah Aku.”

Yesus tidak menjanjikan kenyamanan. Ia tidak menawarkan hidup yang lebih mudah. Ia memanggil kami kepada diri-Nya.

Ia mengajar kami untuk melepaskan apa pun yang menghalangi kami mengikuti-Nya dengan sepenuh hati. Ia juga mengingatkan kami agar tidak terus menoleh ke belakang, karena orang yang terus melihat yang ditinggalkannya akan sulit berjalan lurus menuju Kerajaan Allah.

Bapa, ini bukan berarti kami harus meninggalkan orang-orang yang kami kasihi atau mengabaikan tanggung jawab kami. Melainkan kami dipanggil untuk menempatkan Yesus sebagai yang terutama, sehingga segala sesuatu yang lain menemukan tempatnya yang benar di dalam Dia.

Santo Hieronimus menunjukkan kepada kami dari mana perjalanan itu dimulai: dari Sabda-Mu.

Sabda-Mu masuk ke dalam hati, Sabda itu menunjukkan yang harus kami lepaskan. Sabda itu meluruskan jalan yang menyimpang, menguatkan yang lemah, dan memberi terang, ketika kami tidak tahu harus melangkah ke mana.

Sabda-Mu membawa kami bukan hanya kepada pengetahuan, melainkan kepada Yesus, Sang Sabda yang menjadi manusia, Sumber dan Mata Air Kehidupan.

Bapa, kenyangkanlah kami semakin dalam dengan Sabda-Mu. Jangan biarkan kami hanya membacanya, tapi ajarlah kami menerimanya; bukan hanya memahaminya, melainkan menghidupinya; bukan hanya mengaguminya, melainkan membiarkannya mengubah hati kami.

Melalui doa Santo Hieronimus, berilah kami rahmat untuk tetap memandang Yesus dan mengambil langkah kesetiaan, tanpa terus menoleh ke belakang.

Semoga Sabda-Mu menjadi terang, makanan jiwa, dan jalan kami menuju Kehidupan. Amin.

HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)