Penyerahan Diri yang Sempurna

“Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan!” (Ayb 1: 21).
Ayub adalah seorang yang saleh, jujur, takut akan Allah, dan menjauhi kejahatan. Namun, atas izin Tuhan, ia kehilangan seluruh hartanya dan anak-anaknya. Meskipun mengalami penderitaan yang begitu besar, Ayub tidak memberontak atau menyalahkan Allah. Dengan rendah hati ia menyadari, bahwa segala sesuatu yang dimilikinya berasal dari Tuhan.
Ayub berkata, “Dengan telanjang aku ke luar dari kandungan Ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali. Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan.”
Ungkapan ini menunjukkan iman dan penyerahan diri yang penuh kepada Allah.
Sikap Ayub mengajarkan kita untuk tetap percaya kepada Tuhan dalam setiap keadaan, terutama, ketika menghadapi kesulitan dan penderitaan. Jangan hanya mengandalkan kekuatan sendiri, tapi bersandarlah pada Tuhan. Ia tidak akan membiarkan orang yang percaya dan setia kepada-Nya menghadapi pencobaan melebihi kekuatannya. Tetaplah beriman, sebab Tuhan senantiasa menyertai dan menguatkan kita.
Sr. Nicholeta, P. Karm
Senin, 28 September 2026
Ayb 1: 6-22 Mzm 17: 1-3.6-7 Luk 9: 46-50
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.