Tempat Terhormat

Gereja kita merayakan peringatan Santo Hironimus. Ia belajar hukum di Roma, sekaligus belajar teologi. Setelah bertobat dan dibaptis, ia kemudian memilih hidup bertapa. Dalam fokus studi dan bertapa itu ia memilih berkonsentrasi untuk belajar Kitab Suci di padang gurun Siria, wilayah Timur Tengah.

Atas pilihan yang istimewa tersebut, Paus Damasus I menugaskan dia untuk menerjemahkan Kitab Suci ke dalam Bahasa Latin, yang kemudian dikenal dengan sebutan Vulgata. Di dalam Gereja, ia dikenal sebagai ahli Kitab Suci luar biasa. Perkataannya yang terkenal ialah: mengetahui Kitab Suci berarti mengetahui Yesus Kristus. Tidak tahu Kitab Suci berarti tidak tahu Yesus Kristus.

Berangkat dari prinsip ajaran Santo Hironimus, bahwa orang yang mengetahui Kitab Suci berarti ia mengetahui Yesus Kristus, sebenarnya kita sedang diarahkan kepada suatu pertanyaan sederhana ini: Bagaimana orang dapat mengetahui Kitab Suci? Atau pertanyaan yang serupa adalah: Apa saja yang dapat kita ketahui dari Kitab Suci? Jawaban yang umum ialah, bahwa kita dapat mengetahui banyak sekali tentang isi Kitab Suci, dan karena itu kita dapat mengetahui banyak sekali tentang Yesus Kristus.

Selama kita selalu membaca, mendengar, merenungkan, dan menghayati Kitab Suci, kita mengalami pribadi Yesus Kristus sendiri. Kita kembali mengenal diri Tuhan Yesus Kristus, yang mengajarkan kita tentang tempat terhormat di dalam Kerajaan-Nya. Tempat terhormat itu disediakan bagi orang-orang yang berhak dan layak menempatinya. Siapakah orang-orang yang berhak dan layak untuk menempati tempat terhormat itu?

Ketika Anda menjadi tamu yang diundang oleh seseorang, Anda akan dipersilakan untuk duduk di tempat spesial, misalnya persis di samping Tuan rumah yang mengundang. Seperti inilah Tuhan menyiapkan tempat yang persis di samping-Nya, di dalam Kerajaan Surga, bagi orang-orang yang menjadi pilihan-Nya. Ada banyak kriteria yang ditetapkan oleh Yesus supaya kita dapat memenuhi kelayakan dan hak penuh untuk duduk di samping-Nya.

Salah satu syarat penting ialah yang ditunjukkan Yesus. Ia memanggil orang-orang yang dengan rela dan bebas ingin mengikuti Dia supaya mereka tidak membatasi dirinya dengan syarat apa pun. Untuk mendapatkan tempat bersama dan di dalam Dia, seseorang cukup menetapkan pilihan hatinya dengan sepenuh hati. Nasihat dari Nabi Ayub tentang hal ini ialah: meskipun kita dianugerahi tempat terhormat di dalam Allah, kita tetap harus taat menjalankan kehendak-Nya, dan bukan mengikuti kehendak kita sendiri.

“Ya, Bapa yang Maha Murah, semoga melalui firman-Mu, kami menjadi semakin rendah hati dan tulus dalam melaksanakan kehendak-Mu. Amin.”

(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)