Cukup Satu Telepon

Mosaik Serpihan Kelana -48
Pemburu Jejak Angin
Simply da Flores


Cukup dengan satu telepon saja
Maka sang penguasa negara bisa mengakhiri jabatan seorang bawahan
tak peduli soal aturan, etika jabatan dan tata krama sosial budaya
Maka seorang pemilik modal dan perusahaan
bisa menghentikan buruh dan karyawannya
tentang urusan hukum bisa diselesaikan dengan koneksi dan uang
Entah apa alasannya dan untuk kepentingan siapa
tak ada yang tahu pasti semuanya
Ada kejadian yang diketahui kemudian
namun banyak yang diam, senyap dan sirna

Cukup dengan satu telepon saja
Maka ada yang senyum tawa dan melompat kegirangan
karena kabar yang diterima sesuai harapan bahkan sungguh istimewa bermanfaat
Maka ada yang galau kebingungan dan sontak terdian
karena berita yang didengar tak terduga dan tak mampu dibantah atau ditolak
karena informasinya mengubah nasib hidup
bahkan akal sehat tak menerima tetapi tak berdaya

Cukup dengan satu telepon saja
Maka ada yang menggigil ketakutan dan menangis histeris
karena dilakukan oleh pihak yang menjadi andalan hidup
karena kabar yang tak mampu ditolak
lantaran kelemahan posisi dan keterbatasan sosial ekonomi
karena pihak yang menelepon berkuasa mutlak
bagi pihak yang menerima kabar
Maka ada yang bisa serangan jantung atau menjadi hilang akal dan gila
karena isi berita adalah ancaman dan ultimatum yang tak mampu dihadapi
karena datangnya telepon tak pernah dibayangkan
dan isi informasinya pun tak siap dihadapi oleh penerima

Cukup dengan satu telepon saja
Maka sebuah kebijakan politik bisa berubah mendadak
Maka satu urusan bisnis bisa dibatalkan dengan alasan yang tak bisa dibantah penerima
Maka sebuah keputusan di sidang pengadilan bisa berganti atau berubah total
bahkan di luar aturan dan menuai banyak polemik serta protes publik
Ada pepatah yang biasa terdengar
“Anjing menggonggong, kafilah berlalu”
Mungkin benar bahwa “semua bisa diatur
jika ada kekuasan, uang dan senjata”
sehingga telepon bisa menjadi alat paling efektif untuk menyampaikan keputusan apa pun

Cukup dengan satu telepon saja
karena sekarang zaman komunikasi canggih
Maka apa saja gampang dilakukan
sesuai kepentingan, selera dan gengsi
Maka relasi manusia, nilai, etika, harkat martabat bisa diabaikan
karena ukurannya bisa selera, kepentingan jabatan dan harta atau kekuasaan
Maka aneka kemungkinan menjadi mungkin
entah akibatnya positif atau negatif bagi pihak penerima telepon
Kecanggihan sarana komunikasi ternyata bisa mengubah segalanya
demi kepentingan sang penelepon terhadap yang menerima telepon