Pesta Salib Suci

Gereja merayakan Pesta Salib Suci, yaitu salib Tuhan Yesus Kristus. “Apa makna salib Yesus?” Bagi orang Yahudi, salib adalah penghinaan. Mengapa disebut penghinaan? Bagi mereka, salib adalah tempat penyiksaan orang-orang berdosa, orang jahat, dan yang pantas mendapat hukuman mati. Sementara bagi orang yang mengimani Kristus, salib adalah kemenangan dan keselamatan. Mengapa demikian? Di sanalah Tuhan Yesus menebus dosa-dosa umat manusia. Ditegaskan dalam Injil, “Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan supaya dunia diselamatkan melalui Dia.” Sekalipun Dia adalah Putra Allah, Dia rela merendahkan diri sama seperti manusia, bahkan sampai wafat di salib untuk menyelamatkan kita para pendosa.
Pada Pesta Salib Suci ini kita diingatkan kembali akan pengorbanan Yesus yang menyelamatkan manusia. Dia telah setia memanggul salib-Nya menuju Bukit Golgota. Pemberian dan pengorbanan diri-Nya di kayu salib menegaskan karya penebusan Allah bagi dunia. Sebagaimana bangsa Israel di padang gurun memandang ular tembaga yang ditinggikan, lalu menjadi sembuh dan hidup. Demikian pula kita yang memandang Yesus Kristus yang ditinggikan di kayu salib. Dari salib itu terang kebangkitan Paskah dinyatakan. Salib Yesus menjadi tanda kehidupan dan keselamatan manusia. Salib Tuhan menjadi kekuatan kita untuk menyatakan cinta Allah yang menyelamatkan bagi semua orang.
Sebagai pengikut Yesus, kita juga mempunyai salib masing-masing yang harus dipikul. Salib yang dimaksud di sini bukanlah seperti kayu salib yang dipanggul oleh Yesus, melainkan bisa berupa beban atau masalah hidup ataupun kesulitan yang dihadapi. Tuhan meminta kita untuk memanggul atau menghadapi salib itu dengan tegar dan setia, sebab di balik salib ada kemuliaan.
Tuhan Yesus, Engkau telah menebus kami dengan salib-Mu yang suci, bantulah kami untuk selalu setia beriman kepada-Mu dan tetap teguh dalam jalan salib hidup kami. Amin.
Ziarah Batin
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.