Syair Para Pengemis
Mosaik Serpihan Kelana -41
Pemburu Jejak Angin
Simply da Flores

Aku tidak pernah meminta jiwa ragaku dibelenggu kemiskinan
seperti terlahir pun bukan karena usul atau keputusanku
Warna warni pada sosok wajah kehidupan mungkin seperti hadirnya pelangi menghiasi angkasa
dan sekejap meninggalkan pesona bola mata
Sepertinya udara membawa sosok wajah kemiskinan menyebar di pelosok kampung hingga kota
hadir di mana-mana
untuk menulis sejarah peradaban
Aku disebut pengemis oleh kata ciptaan sesama saudara
lantaran ragaku tak dihiasi pakaian mewah
lantaran dompetku tak punya dan tak ada uang
lantaran tak punya gubuk atau istana dan gedung
lantaran bukan pejabat, penguasa, pemodal dan politisi
lantaran tidak bersekolah dan berteman debu jalanan
lantaran tidur beralas koran dan diselimuti panas dingin cuaca
Mengemis pada sesama seperti takdir debu tanah
atau mungkin ini meterai misteri angkasa
Mengapa nyatanya aku ini pengemis kehidupan
ternyata tanya tanpa jawaban dari orangtua dan keluarga
karena mereka pun memang galau mengembara
Langkah kaki dipacu gemuruh kebutuhan dan dipandu irama nasib
Jemari dan telapak tangan menadah pada setiap wajah
seperti pasir pantai terpaksa menerima terjangan ombak gelombang samudra
Lagu kehidupanku adalah penolakan disertai cibir dan caci maki
dalam syair tanya yang tak bertepi
serta bait gugatan dan umpatan
Nyanyian balada dinamika fatamorgana realita
Rupanya judul sosial pribadi dan kaumku telah dipatri sejarah budaya
Kami pengemis itu hina dina dan sampah peradaban
Yang pantas adalah harus dijauhi dan dicaci maki
karena tak menambah gengsi semua yang nasibnya layak dan terhormat
Burung dan margasatwa tidak menabur dan berladang tetapi bisa memanen sehingga tetap hidup
Namun kami pengemis berbeda nasibnya
Kami harus terus berperang membunuh malu dan harkat martabat
karena kebutuhan hidup terus mendesak
Entah nasib ini sebuah paradoks fakta dan warisan tradisi
bagi hakikat sejati kemanusiaan di tengah jagat semesta
Ataukah ini hanya sandiwara misteri Sang Ilahi
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.