Kelana Kampung dan Kota -100
Simply da Flores
Catatan Kelana Pengembara

1.
Buku Harian Pengembara

Aku terlahir tanpa meminta
hanya berbekal deretan tanya tak berhingga
Telapak tangan jadi pena mengembara
Jejak kaki sebagai halaman kelana
Harus mengembara mencari jawaban makna
dan menulis apa pun kisah ceritanya

Aku tak akan hidup selamanya
Waktu dibatasi untuk kelana mengembara
di atas dunia yang penuh sandiwara
Ada lakon yang coba kumainkan
tetapi yang terbanyak dipaksa untuk berperan
di luar rindu damba dan harapan

Pada debu tanah aku mencatat
kisah suka duka penuh warna
Pada jagat raya aku menulis
tentang ruang dan waktu penuh misteri
Pada sesama saudara aku goreskan seribu sosok
sosok tanya dan sejuta wajah gugatan
“Apa dan siapakah aku ini
Mengapa begini dan mengapa begitu…”

2.
Kampung Realita dan Kota Misteri

Kita adalah putra Kelana
Kita adalah putri Pengembara
Orangtua kita adalah pasangan maha tanya
dalam roda waktu tak terselami
dalam energi ruang tak terpahami
Karena terus ada dan terjadi lestari
dengan dinamika inkarnasi misteri abadi
dengan perubahan warna-warni lestari

Kita mengembara lahirkan ribuan kampung
karena hidup terbatas ruang dan waktu
Kita berkelana ciptakan kota
karena nasib menggugat tanpa henti
Setiap kita dipaksa memilih dan memutuskan
dalam rindu damba tanpa jawaban
Aku terus bertanya maka aku ada
Aku mengembara, maka aku menjadi
Maka…
lahirlah kampung fakta untuk berada
terciptalah kota misteri sebagai rindu damba

Sejarah semesta mencatat realita
Kelana jejak tanya manusia
Kembara kreasi gugatan jiwa raga
Ada yang datang dan pergi silih berganti
Ada perubahan dan banyak inovasi
Semua tak tuntas dipahami nalar insani
karena kita hanya pengembara misteri
dari Sang Kreator Maha Misteri