Melintas Batas Nalar

Mosaik Serpihan Kelana -23
Pemburu Jejak Angin
Simply da Flores


Hari ini istimewa dan ajaib
Ada kisah yang nyata bisa dicerna akal
menyaksikan dua pemuda gagah berani membuat pilihan pribadi menjadi Imam
demi melakukan tugas atas dasar imannya
Berani memilih untuk ditahbiskan menjadi Imam Gereja Katholik
Ada cerita melintas batas nalar
menjadi Imam, karena iman kepada sosok Yesus dari Nazareth
Tinggalkan orangtua sanak saudara
berani hidup tanpa menikah demi panggilan imamat
Bergabung dengan serikat religius Santo Don Bosco
yang juga seorang Imam dan pendahulu

Ada jeda melihat keajaiban fakta
Kisah ajaib melintas batas nalar
Iman yang menolong nalar
karena indera tak mencukupi untuk tuntas mengerti
karena pikiran ada batasnya untuk selengkapnya mengkaji
Di tengah zaman gemerlap digital milenial
Dua pemuda sahaja menyibak keajaiban
Berani melintas batas nalar
karena berpegang pada iman yang sederhana
Mengandalkan bantuan rahmat Yesus Kristus

Ada yang ajaib dan melintas batas nalar
Menjadi Imam dengan meninggalkan orangtua sanak saudara
Bergabung dengan keluarga baru yang asing
tetapi menjadi rumah baru karena iman
Menyerahkan seluruh hidup demi seorang pemuda Nazareth
Bukan karena hubungan darah atau hobi dan profesi

Setelah sekian lama dididik dan diuji para pihak
Apakah benar layak dan beriman teguh
untuk hidup sebagai seorang Imam Kristus
dalam tugas yang banjir tantangan
“Melayani berbagai pihak yang tidak dikenal
Serahkan jiwa raga demi iman pribadi”

Yesus Kristus pemuda Nazareth itu
sedemikian memesona dan meyakinkan pribadi
Karena Dia serahkan tubuh-Nya sebagai santapan keselamatan
Karena Dia tumpahkan darah-Nya demi penebusan dosa manusia
Cinta-Nya yang Agung
meleburkan kehendak jiwa raga pribadi
melintas batas nalar menembus nurani sanubari
bahkan harus disebut anomali misteri

Mengikuti jejak para Rasul Yesus
meneladani para Uskup dan Imam pendahulu
Dua pemuda sahaja berani mengalahkan kehendak pribadi
Berjuang mengikuti kehendak Allah dalam Yesus Kristus
serahkan seluruh hidup untuk mewartakan Sabda Allah
untuk melayani sesama saudara
Bahkan berdoa dan mengampuni para musuh
harus belajar setia hingga akhir hayat
sesuai sumpah panggilan hidup dan ajaran iman

Jemari tangan yang papa
yakin mampu merangkul waktu
melintasi tanya batas nalar
Jejak telapak kaki yang miskin
percaya bisa melangkahi jarak ruang
menembus sekat batas wilayah raga, rasa dan selera
Rindu bening hati nurani sahaja
berjuang kelana mewarnai zaman dengan kasih
Damba putih jiwa sanubari pasrah
membawa seberkas cahaya iman membakar gulita dunia

Panggilan iman menjadi Imam Kristus
adalah fakta ajaib melintas batas nalar zaman
Sosok pribadi sahaja para pemuda
meninggalkan ikatan sejarah darah
dengan orangtua sanak saudara sahabat
Dibakar api kasih relasi ajaib
dengan Yesus pemuda Nazaret yang bukan keluarga dan sahabat
dengan komunitas serikat religius yang bukan teman adat budaya
Lalu…
nanti pergi membagi kasih kepada mereka yang juga tidak dikenal
mereka yang bukan relasi darah keluarga dan sahabat
“Bukan pergi mencari dan menemukan cahaya
Tetapi justru berziarah sebagai pemilik dan pembawa terang”