Mengasihi, karena Hidup ini untuk Memberi

Belas kasih dimulai, ketika berhenti bertanya, “Berapa kali harus mengampuni?” Tapi mengingat, “Betapa banyak aku telah diampuni-Nya?”
Bapa Yang Maharahim,
Kadang aku menyadari, bahwa aku dapat melihat dengan mataku, tapi tetap buta terhadap belas kasih-Mu. Aku dapat mendengar Sabda-Mu, tapi masih menolak membiarkannya mengubah hatiku.
Petrus bertanya kepada Yesus, pertanyaan yang sering muncul dalam hidupku juga: “Berapa kali aku harus mengampuni?” Petrus masih berpikir dalam batas. Tujuh kali terasa sudah sangat murah hati. Tapi Yesus membalikkan seluruh cara berpikir itu: bukan tujuh kali, melainkan tujuh puluh tujuh kali.
Tuhan, Engkau tidak meminta kami membuat catatan pengampunan yang lebih panjang. Engkau meminta kami berhenti membuat catatan dosa dan kesalahan orang pada kami.
Dalam perumpamaan ini, seorang hamba memiliki utang yang mustahil dilunasi. Tapi Raja menghapuskan seluruh hutangnya. Itulah kisah hidupku juga. Aku telah menerima belas kasih yang jauh lebih besar daripada yang mungkin diminta dariku untuk kuampuni.
Santa Faustina mengingatkanku, “Barang siapa tahu mengampuni, ia menyediakan bagi dirinya banyak rahmat dari Allah” (Buku Harian #390). Bapa, jangan biarkan kepahitan membisikkan, bahwa mengampuni berarti aku kalah. Dalam Kerajaan-Mu, belas kasih tidak pernah jadi kerugian. Belas kasih adalah rahmat yang mengalir melalui diriku.
Bapa, luaskanlah hati kami. Ketika terluka, ajarilah kami untuk tidak menghitung-hitung kesalahan. Ketika keadilan terasa berat, ajarilah kami bermurah hati. Ketika kami tidak mampu mengampuni dengan kekuatan sendiri, ingatkan kami akan utang kami yang telah Engkau hapus melalui Yesus.
Semoga belas kasih yang Engkau tuangkan ke dalam hati kami juga mengalir melalui hidup kami, jadi pengampunan, damai, dan kehidupan bagi sesama.
Jadikanlah hidup kami kesaksian, bahwa belas kasih-Mu jauh lebih besar daripada luka-luka kami. Harapan kami pada-Mu jauh lebih besar dari ketakutan kami.
Demi Kristus Tuhan kami, Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.