Cinta Sejati itu Totalitas Memberi Diri

Anak kecil yang lugu dan polos itu percaya terhadap orangtuanya. Saat Ayahnya berkata, “Lompat, Ayah tangkap,” anak itu melompat tanpa ragu, meski dari tempat tinggi. Ia tidak memikirkan risiko. Ia percaya.
Dalam Injil, Yesus mengajarkan kepada para murid-Nya, bahwa untuk jadi yang terbesar dalam Kerajaan Surga, seseorang harus jadi seperti anak kecil. Bukan dalam arti kekanak-kanakan, melainkan dalam kerendahan hati, kepercayaan penuh, dan kesederhanaan hati.
Santa Klara adalah contoh nyata. Terlahir dari keluarga bangsawan, Klara rela meninggalkan kekayaan dan kenyamanan demi mengikuti Kristus dalam kesederhanaan dan kemiskinan sejati. Ia percaya sepenuh hati pada penyelenggaraan Tuhan, seperti anak kecil yang yakin, bahwa Bapaknya selalu menyediakan yang terbaik. Klara pernah berkata, “Cinta itu tidak dikhianati, cinta sejati memberi diri sepenuhnya tanpa meminta balasan.” Keutamaan Klara adalah kebersahajaan dan penyerahan total, yang justru jadi kekuatan besar bagi Gereja hingga hari ini.
Yesus juga mengingatkan, bahwa Allah tidak menghendaki seorang pun ‘yang kecil’ ini binasa. Ia mencari yang hilang, menggendongnya pulang dengan sukacita. Seperti Gembala Baik, Ia tidak menghitung jumlah, tapi menghargai setiap jiwa. Kita pun dipanggil untuk tidak meremehkan yang kecil: orang kecil, suara kecil, bahkan iman yang kecil.
Tuhan Yesus, jadikanlah hati kami sederhana dan percaya seperti anak kecil di hadapan-Mu. Semoga kami mampu mencintai dan melayani tanpa pamrih seperti Santa Klara. Bimbinglah kami untuk menemukan Engkau dalam hal-hal yang kecil, tapi penuh makna. Amin.
Ziarah Batin
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.