Membuka Hati untuk Dibentuk-Nya

“Tuhan tidak mencari hati yang tampak sempurna. Ia mencari hati yang bersedia dibentuk.”
Allah yang Maha Rahim, Engkau mengajakku melihat diriku dengan jujur. Melalui Nabi Yeremia, Engkau mengakui, bahwa lukaku begitu dalam hingga tidak bisa kusembuhkan dengan kekuatanku sendiri. Tapi Engkau tidak berhenti gara-gara luka itu. Engkau berjanji untuk memulihkan, membangun kembali, dan menjadikan kami umat-Mu.
Dalam Injil, Putra-Mu mengingatkan, bahwa yang terutama bukanlah apa yang tampak di luar, melainkan hati yang ada di dalam. Betapa mudahnya kami terlihat baik di hadapan orang lain, tapi masih menyimpan kesombongan, kepahitan, iri hati, atau sikap menghakimi. Engkau tidak mencari kesempurnaan lahiriah. Engkau merindukan hati yang mau dibentuk oleh kasih-Mu.
Ya, Allah, datang dan selidikilah hatiku. Sembuhkan luka-luka yang tidak terlihat oleh siapa pun. Bersihkan niatku, luruskan langkahku, dan lepaskan aku dari segala sesuatu yang menjauhkan aku dari-Mu.
Pada peringatan Santo Yohanes Maria Vianney, ajarlah kami hidup dalam kerendahan hati dan pertobatan setiap hari. Semoga seperti dirinya, kami tidak mengejar pujian manusia, tapi setia membiarkan rahmat-Mu mengubah hati kami sehingga hidup kami jadi saluran belas kasih bagi sesama.
Aku memilih membuka hatiku kepada-Mu. Sebab ketika hati dipulihkan oleh kasih-Mu, seluruh hidup pun mulai diubahkan.
Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.