Hati yang Dipulihkan untuk Melayani

“Rahmat tidak hanya membuatku berdiri kembali. Rahmat mengutusku untuk melangkah dalam kasih.”
Allah yang Maha Rahim,
Aku melihat Putra-Mu menjalani satu hari yang penuh belas kasih. Ia masuk ke rumah Simon, menyembuhkan Ibu mertuanya, lalu sampai matahari terbenam seluruh kota datang membawa mereka yang sakit dan menderita. Yesus menyentuh, menyembuhkan, memulihkan, dan membebaskan.
Ibu mertua Simon memberiku gambaran indah tentang arti sebuah kesembuhan. “Ia segera bangun dan melayani mereka.” Ia tidak berhenti pada rasa syukur, karena telah disembuhkan. Rahmat membuatnya bangkit, dan ia menggunakan hidupnya yang dipulihkan untuk melayani.
Bapa, sering kali aku datang kepada Yesus meminta agar Ia menyembuhkan, menolong, memperbaiki, dan meringankan hidupku. Ketika Engkau memulihkanku, apakah aku ingat, bahwa rahmat-Mu juga membawa sebuah perutusan?
Paulus mengingatkanku, bahwa aku bukan pusat dari karya-Mu. “Aku menanam, Apolos menyiram, tapi Allah yang memberi pertumbuhan.” Betapa mudah aku menjadi iri, bersaing, merasa memiliki, bahkan terpecah, seolah-olah Kerajaan-Mu bergantung pada keberhasilanku. Padahal aku hanyalah rekan sekerja-Mu. Engkaulah yang memberi pertumbuhan.
Yesus lalu pergi ke tempat yang sunyi untuk berdoa. Ketika orang banyak menemukan-Nya, mereka berusaha menahan-Nya agar tetap tinggal. Mereka memang membutuhkan-Nya. Tapi Yesus tidak membiarkan kebutuhan dan keinginan orang lain menentukan kehendak Bapa bagi-Nya.
“Aku harus memberitakan Kerajaan Allah juga di kota-kota lain, karena untuk itulah Aku diutus.”
Bapa, ajarlah aku mencintai Yesus bukan hanya karena yang dapat Ia lakukan bagiku, melainoan karena siapa Dia dan karena perutusan yang dipercayakan-Nya kepadaku.
Ketika Engkau membuatku bangkit, biarlah aku bangkit untuk melayani.
Engkau menyembuhkan, biarlah aku jadi pembawa kesembuhan. Engkau memberkati, biarlah aku jadi berkat. Engkau memintaku melangkah, berilah aku keberanian untuk pergi.
Ketika aku tergoda untuk mempertahankan Yesus demi kenyamananku sendiri, ajarlah aku untuk tetap dekat dengan hati-Nya dan mengikuti ke mana pun Ia mengutusku.
“Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan; Dialah penolong dan perisai kita.”
Bapa, jangan biarkan aku lupa: bukan aku yang memberi pertumbuhan. Melainkan Engkaulah yang memberi pertumbuhan. Bagianku hanyalah setia, melayani dengan murah hati, dan mempercayakan hasilnya kepada-Mu.
Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.