Puas di Dunia, Punah di Akhirat

“Allah tidak hanya menciptakan dan mencintai kita, tapi Ia juga sabar terhadap salah dan dosa kita sambil menunggu waktu pertobatan kita. Bila akhirnya ada yang tidak bertobat maka itulah pilihan bebasnya untuk puas di dunia, tapi punah di akhirat.”
Kesabaran Allah itu bagaikan tukang periuk yang dikisahkan oleh Nabi Yeremia. Cinta dan kerahiman Allah terlihat jelas. Tapi Allah yang sama akan tampil sebagai Allah yang Maha Adil pada akhir zaman. Ia menyuruh para Malaikat-Nya mengumpulkan orang jahat ke dalam dapur api, tapi orang baik masuk dalam keabadian.
Firman Tuhan ini mengajarkan kepada kita tentang beberapa kebenaran imam sebagai berikut:
- 1) Sadarlah, Allah sangat mencintai kita manusia; Ia membentuk kita bagaikan tukang periuk, sehingga kita adalah buatan tangan Allah;
- 2) Allah memberi kesempatan yang sama kepada semua orang untuk hidup dan berjuang agar selamat;
- 3) Selamat atau tidaknya itu sangat tergantung pada pilihan bebas dan usaha pribadi setiap orang;
- 4) Kerahiman Allah sangat terasa, bila hidup terberi, tapi keadilan-Nya akan menanti di akhir hidupmu.
Sadarlah akan hal ini: ketika di dunia ini, Anda masih boleh bebas memilih banyak hal, tapi di akhir hidup hanya ada dua pilihan: Surga atau Neraka. Sayangnya untuk mendapatkan salah satunya itu sudah terseleksi sejak Anda masih hidup di dunia ini.
Monsignor Inno Ngutra, Pr
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.