Mukjizat itu Terjadi, bila Kita mau Berbagi

“Sekecil apa pun pemberian kita, tapi bagi mereka yang sangat membutuhkan, maka itu adalah mujizat.”

Ketika Yesus melihat orang banyak yang mengikuti-Nya, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan. Ia meminta kepada para murid-Nya untuk memberi makan kepada ribuan orang itu. Kata-Nya, “Kamulah yang harus memberi mereka makan.” Tapi jawab para murid kepada-Nya, “Apa artinya lima roti dan dua ikan pada kami?” Lalu diserahkanlah roti dan ikan itu kepada Yesus. Setelah mengucap syukur atasnya, maka mukjizat pergandaan roti dan ikan pun terjadi.

Kita belajar tentang beberapa hal penting sebagai berikut:

  • 1) Adalah tanggung jawab kita untuk peduli kepada seaama. Bukan semata karena kita kaya atau berkelimpahan, melainkan karena mereka yang miskin dan memderita selalu menampilkan wajah Yesus;
  • 2) Apa yang biasa dan mungkin tidak berarti di dalam rumah kita, tapi bila kita rela membaginya kepada orang lain, maka akan mendatangkan sukacita kepada mereka;
  • 3) Ketika kita rela memberi dan berbagi, maka sesungguhnya Tuhan sedang memakai kita untuk melakukan mukjizat bagi orang lain dan dalam hidup mereka.

Sadarlah akan kebenaran ini: “Segelas air bagimu mungkin tidak ada artinya, tapi bila air yang sama Anda berikan kepada orang yang haus maka akan menjadi mukjizat; Sebungkus nasi bagi Anda yang memiliki makanan tidak ada artinya, tapi bagi mereka yang lapar, sungguh engkau telah memperpanjang hidup mereka.”

Ingatlah pesan yang dikatakan Paus Fransiskus, “Doamu untuk orang lapar terkabul, setelah berdoa, Anda mau membagi nasi sepiring atau roti sebuah kepada mereka yang Anda doakan.”

Monsignor Inno Ngutra, Pr