Kekudusan bertumbuh, ketika Kita Membuka Hati bagi Yesus

“Di setiap dukacita, Allah datang mendekat; berbicara dengan belas kasih dan membentuk iman.”
Allah yang Maha Rahim,
Terima kasih, karena Engkau mengingatkan kami, bahwa kekudusan itu tidak selalu lahir di tempat yang megah. Kekudusan bertumbuh di dalam keluarga yang membuka pintunya bagi Yesus. Marta melayani, Maria mendengarkan, Lazarus mengalami kuasa-Mu, dan bersama-sama mereka jadi sahabat-sahabat yang Engkau kasihi.
Rasul Yohanes mengajarkan, bahwa Allah adalah kasih. Kasih-Mu bukan sekadar kata-kata, melainkan hadir nyata di tengah keluarga, dalam pengampunan, kesabaran, perhatian, dan kesetiaan sehari-hari. “Barang siapa tinggal di dalam kasih, tinggal di dalam Allah, dan Allah tinggal di dalam dia.”
Dalam Injil, Marta datang kepada Yesus dengan hati yang terluka, tapi imannya tidak padam. Di tengah air mata, ia tetap berkata, “Aku percaya.”
Ya, Tuhan, ajarilah aku untuk percaya seperti Marta. Ketika doaku terasa belum terjawab; kehilangan semangat, ketika hidup tidak berjalan sesuai harapanku; dan mampukan aku tetap berpegang pada-Mu.
Jadikanlah rumahku seperti rumah di Betania; tempat Engkau selalu diterima. Ajarlah kami saling mengasihi, mengampuni, menguatkan, dan bertumbuh bersama dalam iman. Semoga setiap anggota keluarga kami makin mencerminkan kasih-Mu kepada dunia.
Ketika kasih tinggal di dalam hati kami, Engkau sendiri tinggal bersama kami. Ketika Engkau tinggal bersama kami, tidak ada dukacita yang sia-sia, sebab belas kasih-Mu selalu sanggup mengubahnya jadi harapan.
Santo-santa Marta, Maria, dan Lazarus, doakanlah keluarga-keluarga kami agar selalu menjadikan rumah dan hidup kami terbuka bagi Kristus.
Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.