Hidup dengan Ketulusan

“Hati yang sungguh milik Tuhan tidak membutuhkan banyak janji. Satu “ya” yang tulus itu sudah cukup.”

Allah yang Maha Rahim, kami menghormati Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria, hati yang sepenuhnya terbuka bagi kehendak-Mu. Ketika Malaikat menyampaikan panggilan-Mu, Maria hanya menjawab, “Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu.” Ya, yang sederhana itu bukan sekadar kata-kata. Ya, itu jadi arah seluruh hidupnya.

Dalam Injil, Yesus mengajar kami, “Jika ya, hendaklah kamu katakan ya; jika tidak, katakan tidak.” Tidak ada pribadi yang menghidupi sabda ini lebih sempurna daripada Maria. Apa yang ia ucapkan, itulah yang ia jalani. Ia tetap setia di Nazaret, di Betlehem, dalam pelarian ke Mesir, di Kana, di kaki salib, dan dalam sukacita Kebangkitan.

Bapa, seperti Elisa yang meninggalkan segalanya untuk mengikuti Elia, Engkau juga terus memanggil kami untuk mengikuti-Mu. Tapi sering kali kami ragu-ragu, menunda-nunda, atau menyimpan sebagian hati kami untuk diri sendiri. Melalui Maria, ajarilah kami untuk percaya, bahwa Engkaulah bagian warisan dan masa depan kami.

Kami menyerahkan hati kami ke dalam Hati Tak Bernoda Maria. Murnikan niat kami, jauhkan kami dari kepalsuan, dan ajarilah kami hidup dengan ketulusan. Semoga perkataan kami mencerminkan isi hati kami, dan hidup kami mencerminkan iman yang kami akui.

Bersama Maria, kami ingin berkata “ya” kepada-Mu hari ini dan setiap hari.

Yesus, melalui Hati Tak Bernoda Maria, kami percaya kepada-Mu.
Amin

HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)