Melihat dan Mendengar dalam Terang Iman

“Berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.”

Allah yang Maha Rahim, Yesus mengingatkan kami, bahwa tidak semua orang yang melek matanya sungguh melihat, dan tidak semua yang normal telinganya sungguh mendengar. Misteri Kerajaan Surga bukan disembunyikan dari kami, melainkan dinyatakan kepada mereka yang rendah hati, yang mau belajar, dan yang percaya kepada-Mu.

Melalui Nabi Yeremia, Engkau mengenang kasih pertama umat-Mu. Tapi mereka meninggalkan-Mu, Sang Mata Air Kehidupan, lalu menggali kolam-kolam yang retak dan tidak mampu menghilangkan dahaga mereka.

Bapa, kami sering demikian. Kami mudah mencari kepuasan dalam keberhasilan, kenyamanan, atau rencana kami sendiri, sementara Engkau tetap setia menunggu kami kembali kepada-Mu.

Bapa bukalah mata hati kami. Ajarlah kami menemukan Engkau bukan hanya saat berdoa atau mengikuti Ekaristi, melainkan juga dalam pekerjaan kami, keluarga, pelayanan, sukacita, penderitaan kami, bahkan dalam hal-hal sederhana yang mengisi hari ini.

Dalam panggilan hidup yang Engkau percayakan kepada kami, semoga kami selalu mencari Engkau dalam segala sesuatu, hingga akhirnya kami mampu melihat di dalam terang-Mu. Bentuklah pikiran kami dengan Sabda-Mu, lembutkan hati kami dengan belas kasih-Mu, dan tuntunlah setiap langkah kami dengan Roh Kudus-Mu.

Terima kasih, Bapa, karena di dalam terang-Mu kami melihat terang. Berbahagialah mata yang mencari Yesus, sebab tidak akan berjalan dalam kegelapan. Amin.

HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)