“Menerima itu berkah, tapi memberi itu anugerah.” -Rio, Scj.
Manusia paling ajaib itu adalah tukang parkir. Saat datang tidak ada orang, ee, giliran mau pulang muncul tiba-tiba. Kadang bikin jengkel. Tapi kita bisa belajar satu prinsip kehidupan dari tukang parkir.
Tukang parkir adalah orang yang paling tenang hidupnya. Coba lihat walau mobilnya banyak, dan bagus-bagus lagi. Belum lagi motor dengan berbagai merk dan jenis, tapi tidak pernah sombong. Saat semua mobil pergi, motor pergi dan semua jadi kosong dia tidak sedih atau merasa kehilangan. Justru malah bahagia. Kuncinya satu rasa dititipi, bukan memiliki.
Hidup kita juga begitu. Yang kita punya: harta, jabatan, pekerjaan, uang, keluarga, bahkan hidup kita pun akan berakhir dan hilang. Semua itu hanya titipan Tuhan, tapi kenapa saat yang kita punyai itu hilang, rusak, dan musnah kita sedih dan kecewa. Sejatinya kita diajak belajar: memiliki dengan kesadaran, bahwa semua itu hanya titipan agar hidup kita tenang.
Bila makanan jatuh itu tidak usah merasa bersalah. Itu cara Tuhan memberi rezeki untuk semut, dan lain-lain. Jika barang kita rusak itu cara Tuhan memberi rezeki pada tukang servis. Jika barang berharga atau uang kita hilang, itu karena kita tidak berhati-hati. Menerima itu berkah, tapi memberi itu anugerah.
Deo gratias.
Rm RP Rio, Scj

