Hidup Kekudusan

“Perbuatan baik itu tidak boleh dibatasi agar kita sukses mengalahkan ego sendiri.” -Mas Redjo

Sederhana, tapi untuk mewujudkan hal itu dibutuhkan keluasan hati, dan ikhlas.

Saya terinspirasi dengan kisah Zakharia dan Elisabet. Di masa tuanya itu mereka dikaruniai anak: Yohanes, yang sekaligus menandai dimulainya babak baru dalam sejarah keselamatan. Karena bagi Allah tiada yang mustahil.

Intinya, untuk memahami rencana Allah dibutuhkan kebesaran jiwa, keluasan hati, dan itu anugerah-Nya.

Kebesaran jiwa agar kita berani menerima seberat, sepahit, dan sesulit apa pun dalam hidup ini dengan iman yang teguh. Karena semua itu adalah karunia Allah yang harus disyukuri dengan ikhlas hati untuk percaya dan memahami rencana-Nya.

Keluasan hati, karena sejatinya hidup ini untuk memberi. Kita telah diberi Allah secara cuma-cuma agar kita pun memberikan kepada sesama secara cuma-cuma pula. Memberi tanpa sekat dan tanpa syarat!

Sadar diri, bahwa hidup ini adalah anugerah Allah agar kita jadi saluran berkat-Nya. Karena kita diciptakan secitra dan segambar dengan-Nya, ‘Imago Dei’ (Kej 1: 26-27).

Sejatinya, tujuan hidup kita adalah untuk melakukan kehendak Allah. Hidup menuju kekudusan dan bahagia!

Mas Redjo