“Rezeki dari Tuhan tidak pernah akan tertukar.” -Rio, Scj
Di samping gua Maria di biara ada pohon alpukat yang sedang berbuah. Tapi sayang habis dipetik orang. Bukan hilangnya buah yang mau saya jadikan bahan permenungan tapi buahnya. Ingat buah yang kita makan hari ini, sebenarnya sudah jadi bagian kita sejak benihnya ditanam.
Ada orang lain yang menanam, merawat, memanen, dan ada orang lain yang mengangkutnya. Buah itu menempuh perjalanan yang sangat panjang untuk pada akhirnya sampai ke atas piring kita.
Jadi kenapa kita masih sering khawatir, ‘overthinking’, kalau ternyata yang jadi bagian kita akan tetap sampai pada kita. Tetaplah tenang dan jangan merasa putus asa mengejar sesuatu. Kita tidak perlu iri atas bagian orang lain, atau berusaha merebutnya. Karena yang memang jadi bagian kita akan menemukan jalannya sendiri untuk datang pada kita. Rezeki itu tidak pernah tertukar.
Deo gratias.
Rm RP Rio, Scj

