“Pengampunan, cinta, dan belas kasihan tidaklah mudah untuk dipraktekkan, tapi tidak berarti mustahil atau tak mungkin, karena sesungguhnya kita sendiri pengambil keputusan itu untuk mewujudkan atau tidak mewujudkan sesuatu.”
Dalam Injil, Yesus memberikan perintah yang aneh; jangan membalas kejahatan, berilah pipimu yang lain, bila orang menampar yang satu, dan yang meminta bajumu, berilah juga jubahmu. Kalau dipikr dari sifat manusiawi, semuanya itu terasa mustahil, karena bertentangan dengan kecenderungan kita untuk membalas dendam. Lalu, apa makna firman ini bagi kita?
- 1) Yesus percaya, bahwa kita mampu melakukan yang sebaliknya dari kecenderungan banyak orang. Dengan Roh Kudus yang bersemayam di hati ini, kita mampu membuat yang mustahil jadi mungkin dan nyata.
- 2) Ketika kita mampu melakukan: membalas kebencian dengan cinta; permusuhan dengan persahabatan; dan dendam dengan ampunan, sesungguhnya kita tidak menang atas siapa pun, melainkan kita telah menang atas ego sendiri;
- 3) Yesus dengan perintah ini, ingin agar kita para murid-Nya jadi pribadi yang luar biasa, terpuji, dan unggul dalam kebaikan, pengampunan, cinta, serta belas kasihan.
Sesaat, ketika kita tergoda untuk berbuat jahat, ingatlah, bahwa Tuhan tidak pernah membalas kejahatan itu, walaupun Ia sangat terluka, karena luka-Nya hanya bisa tersembuhkan dengan ampunan-Nya.
Monsignor Inno Ngutra, Pr

