“Sebelum Tuhan mengutus kita, Ia terlebih dahulu memilih dan mengasihi kita.”
Allah yang Maha Rahim, Engkau mengingatkan kami akan satu kebenaran yang indah: “sebelum kami melakukan apa pun bagi-Mu, kami sudah jadi milik-Mu.”
Engkau menyebut Israel sebagai harta kesayangan-Mu, Kerajaan Imam, bangsa yang kudus. Engkau memilih mereka bukan karena mereka hebat, melainkan karena kasih-Mu. Demikian pula kami. Sebelum kami jadi pelayan, orangtua, pemimpin, atau murid Kristus, kami terlebih dahulu adalah anak-anak-Mu yang terkasih.
Melalui St. Paulus, Engkau menunjukkan betapa besar kasih-Mu. Ketika kami masih lemah, berdosa, dan bahkan jauh dari-Mu, Kristus telah wafat bagi kami. Salib jadi bukti kasih-Mu yang paling nyata: kasih yang sempurna, tanpa syarat, dan untuk selamanya.
Dalam Injil, Yesus melihat orang banyak yang letih, terlantar, dan bingung, seperti domba tanpa Gembala. Hati-Nya tergerak oleh belas kasih. Lalu Ia mengutus para murid untuk membawa penyembuhan, pengharapan, dan kabar baik.
Bapa, demikian pula hidup kami. Engkau memilih kami, mengasihi, lalu mengutus kami.
Ajarlah kami menghidupi Mazmur: melayani Engkau dengan sukacita, bukan karena takut atau terpaksa, melainkan karena hati yang penuh syukur. Kami tidak melayani untuk mendapatkan kasih-Mu; kami melayani, karena kami telah lebih dahulu menerima kasih-Mu dengan cuma-cuma.
Tuhan Yesus, jadikan kami saluran kerahiman-Mu. Biarlah melalui hidup kami, yang lelah menemukan kekuatan, yang terluka menemukan penghiburan, dan yang tersesat menemukan jalan pulang kepada-Mu.
“Yesus, Engkaulah andalanku. Amin.”
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

