Roh Kudus selalu Berjalan Bersama Kita

“Pertobatan itu bukan akhir perjalanan, melainkan awal sebuah perutusan.”
Allah yang Maha Rahim, Engkau mengundang kami pulang. Melalui Nabi Hosea, Engkau tidak terlebih dahulu menegur kami, tapi mengajak kami kembali kepada-Mu dengan hati yang tulus. Engkau berjanji akan menyembuhkan ketidaksetiaan kami dan mengasihi kami dengan cuma-cuma. Betapa besar belas kasih-Mu yang selalu mendahului pertobatan kami.
Seperti Pemazmur, kami datang dengan hati yang remuk. Tahirkanlah kami dari dosa. Ciptakanlah hati yang bersih dalam diri kami, ya, Allah, dan perbaruilah roh yang teguh di dalam kami. Engkau lebih berkenan kepada hati yang bertobat daripada korban yang hanya tampak di luar.
Bapa, setelah menyembuhkan kami, Engkau juga mengutus kami. Yesus tidak pernah menjanjikan hidup tanpa tantangan. Ia mengutus kami seperti domba di tengah serigala. Ia mengajarkan agar kami cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. Berilah kami kebijaksanaan untuk mengetahui kapan harus berbicara, kapan harus diam, dan bagaimana menyampaikan kebenaran dengan kasih.
Ketika kami mengalami penolakan, hinaan, atau kesalahpahaman karena nama-Mu, jangan biarkan kami kehilangan damai. Ingatkan kami, bahwa Roh Kudus-Mu selalu menyertai dan akan memberikan kata-kata yang kami perlukan pada saat yang tepat. Roh yang sama yang menguatkan para Rasul dan Martir tetap bekerja dalam Gereja-Mu hingga hari ini.
Ajarlah kami untuk tidak membalas kebencian dengan kebencian, tapi tetap teguh dalam kebenaran dan rendah hati dalam kasih. Semoga hidup kami jadi kesaksian, bahwa belas kasih-Mu sungguh mampu mengubah hati manusia.
Kami memilih untuk kembali kepada-Mu, menerima penyembuhan-Mu, dan melangkah dengan berani ke mana pun Engkau mengutus kami.
Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.