Kelana Kampung dan Kota -58
Simply da Flores
Serpihan Puing-puing Doa

1.
Di hadapan-Mu Sang Ilahi

Dalam gulita jiwa raga papa
dengan mata nalar yang rabun
dengan mata nurani yang buta
Aku terkulai dalam tubir kebodohan
dengan serpihan remah iman tersisa
dan puing-puing ketakberdayaan

Aku hanya sebutir pasir
dalam luasnya samudra kerahiman-Mu
Aku cuma sehelai rambut
dalam keabadian angin kasih-Mu
Aku laksana setitik debu hina
dalam ruang tak bertepi cinta-Mu

Dari balik tubir himpitan gulita
Aku tak punya kata berucap
karena Engkau Maha Mengetahui
Aku tak mampu lari bersembunyi
karena Engkau Maha Melihat
Aku tak bisa berpaling menipu
karena adaku dalam kuasa-Mu

Hanya bisa diam berpasrah
dan mengemis di samudra kerahiman-Mu
seperti barisan pasir pantai
Hanya kembali sadari diri
aku cuma fakta dan misteri kecil
dalam agungnya rencana Ilahi-Mu
Aku sejatinya percikan Maha Misteri kuasa-Mu

2.
Tuhan, Dengarkanlah
Dunia semakin galau
berbagai bencana melanda kehidupan
Ulah tingkah kami
Nista tangan kami
yang sudah lupa kasih-Mu, Tuhan

Sujud kami memohon
Kepada-Mu Sang Ilahi Maha Adil
dengan air mata dan tetes darah
dalam lara derita yang mendera
jika masih boleh dapat kasih-Mu

Tuhan, o, Tuhan
dengarlah doa kami umat-Mu
Nyatakanlah keadilan dan penghakiman-Mu
Tunjukkan kebenaran dan pertolongan-Mu
di tengah semua kebutaan dan kebodohan
yang jadi belenggu perusak peradaban ini

Ya, Allah Maha Kuasa
Tolonglah perbaiki kehinaaan dan dosa salah kami
Ajarlah kami mampu bersyukur pada-Mu
dalam kasih sayang kepada sesama dan alam jagat ini
Dengarlah doa kami umat-Mu