Ada empat anak di dalam keluarga. Yang sulung seorang laki-laki berumur 14 tahun. Ia diharapkan orangtuanya untuk menjaga ketiga adiknya yang masih kecil. Harapan itu terwujud dengan peran anak sulung sebagai penjaga adik yang baik dan bertanggung jawab. Setiap kali orangtua itu bepergiaan dan menginap di luar itu percaya, bahwa si sulung dan adik-adiknya itu akan baik dan aman-aman saja.
Anak sulung itu dipercaya dan dianggap sebagai pendukung, penjaga, serta pemberi rasa aman dan nyaman. Satu kata yang dapat mewakili dari semua ini adalah pribadi yang kredibel. Ia dipercaya menjalankan suatu kepercayaan dan merupakan tanda kematangan seorang pribadi. Ketika Tuhan Yesus meninggalkan para Rasul dan murid naik ke Surga, Ia tahu, bahwa mereka semua sudah siap dengan kredibilitasnya. Mereka harus mengambil alih tugas Yesus Kristus untuk jadi tanda dan pembawa kabar sukacita kepada seluruh dunia.
Salah satu di antara mereka adalah Santo Barnabas, Rasul yang sepadan dengan Santo Paulus dalam masa pelayanan dan tugas misioner Gereja Perdana. Kredibilitas itu merupakan suatu karunia keutamaan yang dapat dimiliki oleh setiap orang, melalui suatu proses menjadi matang atau dewasa. Tapi yang terjadi atas Santo Barnabas adalah suatu yang unik. Dalam catatan sejarah yang berhubungan dengan Para Rasul, dikisahkan, bahwa nama aslinya adalah Yosef, nama yang poluler bagi orang-orang Yahudi. Kita juga ingat dengan Bapa angkat Yesus, Santo Yosef.
Yosef dipercaya oleh Gereja Perdana di Yerusalem, yang bersama Paulus mengurusi Gereja yang sedang bertumbuh pesat di Antiokia. Yosef dipilih, karena ia kredibel. Sebagai partner Rasul Paulus, ia juga harus seorang yang ulung agar Gereja dapat dipelihara dan dijaga sesuai dengan yang diinginkan oleh Tuhan Yesus Kristus. Atas dasar itu, nama ‘Yosef’ diganti dengan ‘Barnabas’. Nama baru ini berarti “putra yang kredibel” atau seorang yang dipercaya atau pribadi yang meyakinkan.
Di kota Antiokia, untuk pertama kalinya persekutuan para pengikut Kristus terorganisir dengan sangat baik oleh Barnabas sebagai pemimpin jemaat dan Paulus sebagai Rasulnya, disebut Kristen. Nama ‘Kristen’ yang dipakai sampai saat ini tentu saja dikaitkan dengan kredibilitas para pengikut Kristus. Kita terus berusaha untuk jadi para pengikut Kristus yang kredibel, dengan dukungan doa-doa dan berkat Rasul Barnabas.
“Ya, Tuhan Yesus Kristus, semoga dengan berkat-Mu kami jadi murid-murid-Mu yang kredibel. Amin.”
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)

