1.
Ada cerita sedih Purnama
tentang kebodohan
yang sering melanda diri manusia
Kebodohan merobek kewarasan nalar
Kebodohan membutakan nurani dan mematikan sanubari jiwa
Padahal…
Manusia sosok ciptaan istimewa Sang Ilahi
Datang membawa cahaya semesta
Hidup untuk membagi terang kebenaran Ilahi
Terus berinkarnasi menyinari harmoni di alam raya
Lalu pulang memeluk misteri Sang Ilahi
dengan membawa catatan amal kasih
Hanya ruang dan waktu yang mengerti
Kebodohan…
tak ada urusan dengan ijazah sekolah
karena banyak yang sekolah dan bergelar akademis
tetapi dikuasai kebodohan nafsunya
Kebodohan itu meracuni keutuhan pribadi
hanya untuk meraih gengsi, harta dan tahta kuasa dengan segala caranya
Kebodohan lahir dari jiwa raga pribadi
yang tak waras selaras, tanpa harkat martabat hakiki
Kebodohan artinya mengingkari hakikat diri sejati
2.
Ada kisah lara Purnama
tentang iri dengki dendam permusuhan
Antara pribadi dengan diri sendiri
karena selera dan harapan
tidak sesuai kenyataan dan kemampuan
Antara pribadi dengan saudara dalam keluarga
mungkin soal perhatian dan kasih sayang
Antara pribadi dan kelompok dalam masyarakat
karena kebutuhan dan kepentingan berbeda serta mampet sirna komunikasi
Zaman ini…
Iri dengki dendam terus berkobar
seperti binatang buas mencari mangsanya
karena pikiran sehat waras makin sering sirna
Permusuhan, konflik dan perang terjadi
lantaran pribadi dan kelompok merasa hanya dirinya benar
Sedangkan pihak yang berbeda adalah musuh
maka harus diperangi dan dimusnahkan
Bahkan diyakini atas nama kebenaran iman
dan sungguh dikehendaki Sang Ilahi
Entah dari mana terlahir dan mengapa demikian?
3.
Ada bisikan galau Purnama
tentang kebingungan dan keterasingan pribadi
Meskipun dirinya mempunyai gelar akademis dari sekolah
entah diraih dari hasil tekun belajar
atau dengan mencuri karya orang dan membeli ijazah
Biarpun memiliki harta dan kuasa jabatan
tetapi berkata dan bertindak tak waras
karena merasa bebas berbuat apa saja
Walaupun aneka usul saran dan protes terjadi pada dirinya
tetapi tak mau dihiraukan lagi
bahkan ditanggapi dengan senjata dan kejahatan
Rupanya…
Pikiran pintar tanpa kedewasaan emosi
bisa melahirkan kata dan tindakan galau brutal
Selera gengsi kuasa dan harta membara
ternyata mampu meniadakan kewarasan pikiran dan emosi normal matang
dalam berkata dan bertindak
Ketika pikiran dikuasai gengsi dan kepuasan selera kegilaan
maka segala cara dihalalkan pribadi
karena hati nurani buta dan sanubari jiwa mati
Pribadi galau dan terasing dengan diri sendiri
4.
Ada pesan Bulan Purnama Juni 2026
tentang buasnya bara api Zaman Edan
Hampir semua ruang kehidupan manusia
menjadi terbolak balik dialami
Yang baik dan benar justru disalahkan
Yang bermanfaat dan menyelamatkan
malahan dihujat dan diabaikan
Tipu muslihat, mencuri, korupsi dan kejahatan lainnya
malahan dibanggakan dan dirayakan
Alam lingkungan terus dikuras dan dirusak
demi kepuasan harta dan gengsi
Sesama saudara yang berbeda
terus dimusuhi, ditindas bahkan diperangi
Manusia galau dan gila benaran
Ternyata…
Kemajuan ilmu dan teknologi canggih
belum tentu selalu berdampak positif bagi jaminan harkat martabat
Perkembangan zaman serba digital sekarang
tidak menjamin kualitas keutuhan pribadi manusia
karena kemampuan diri berbeda-beda
Dan
Sejatinya kita bukan robot dan sarana
bagi pribadi dan kelompok kecil yang kaya dan berkuasa
Zaman edan terlahir oleh kebodohan
Tercipta oleh kegalauan dan keterasingan pribadi
Terbentuk oleh kegilaanan pikiran dan kebrutalanan emosi diri
Maka
tumbuh subur iri dengki permusuhan serta perang
Damai kelaparan, harmoni kehausan, harkat martabat sirna
Manusia ada tetapi semakin tiada keutuhan pribadi

