Kebaikan yang berakar pada kasih itu tidak dilakukan untuk mencari pujian atau pengakuan, tapi kebaikan itu sendiri. Paulus berpesan kepada Timotius untuk tetap setia pada firman Tuhan dan menyerahkan seluruh hidupnya untuk melayani. Paulus tahu, bahwa ia akan segera meninggal, dan pesan ini adalah pesan terakhir kepada Timotius untuk tetap teguh dalam iman dan tugas pelayanannya. Paulus mengingatkan Timotius, bahwa pahala kekal yang telah disediakan Tuhan untuk orang yang setia akan jadi milik orang yang percaya.
Dalam Injil, Yesus mengamati orang kaya memberikan persembahan yang besar, tapi persembahan seorang janda miskin itu lebih besar, karena memberikan semua yang dimiliki. Yesus memuji persembahan janda miskin itu, karena memberikan dengan tulus dan tanpa pamrih. Yesus mengajarkan, bahwa kasih yang tulus adalah kasih yang mengorbankan diri sendiri untuk kepentingan orang lain.
Kita diundang untuk merenungkan panggilan hidup dalam melayani dan memberikan kebaikan yang berakar pada kasih Tuhan. Kita harus setia pada firman Tuhan dan menyerahkan seluruh hidup untuk melayani, seperti yang telah dilakukan oleh Rasul Paulus dan juga janda miskin itu.
Mari kita jadikan diri kita sebagai saksi kasih Tuhan dengan melayani sesama dengan tulus dan tanpa pamrih.
“Tuhan, ajarilah kami untuk tetap setia dalam tugas pelayanan kami dan mau berkorban untuk sesama dengan kasih yang tulus. Amin.”
Ziarah Batin

