Kepemimpinan Sejati itu Melayani

Dalam Injil, kita mendengar Ibu Yakobus dan Yohanes meminta kedudukan terhormat bagi kedua anaknya dalam Kerajaan Surga. Permintaan ini mencerminkan pemahaman yang keliru tentang makna kebesaran dalam Kerajaan Allah. Yesus dengan sabar menjelaskan, bahwa kebesaran sejati tidak terletak pada kekuasaan dan kedudukan, tapi pada kerendahan hati dan pelayanan kepada sesama.
Yesus memberikan teladan yang jelas, “Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya jadi tebusan bagi banyak orang.” Inilah inti dari kepemimpinan sejati dalam pandangan Kristus. Siapa saja yang ingin jadi besar di antara kita, hendaknya ia jadi pelayan. Siapa saja yang ingin jadi yang terkemuka, hendaknya ia jadi hamba.
Injil ini menantang kita untuk merefleksikan pemahaman kita tentang kebesaran dan kesuksesan. Apakah kita masih terikat pada pandangan dunia yang mengagungkan kekuasaan dan status? Yesus mengajarkan kepada kita jalan yang berbeda, yaitu jalan kerendahan hati dan pelayanan yang tanpa pamrih. Inilah jalan yang membawa kepada keagungan sejati di mata Allah.
Marilah kita belajar dari Kristus untuk melayani sesama dengan kasih dan kerendahan hati.
“Ya, Tuhan, ajarilah kami untuk memahami makna kebesaran yang sejati dalam kerajaan-Mu. Mampukan kami untuk meneladan kerendahan hati dan pelayanan-Mu dalam kehidupan kami sehari-hari. Amin.”
Ziarah Batin
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.