Di tengah gejolak di sekitar kami, ada suara nan lembut, tapi dahsyat yang berkata: “Kuatkan dan teguhkan hatimu.”
Allah yang Maha Rahim, Putra-Mu berdoa bukan hanya bagi para murid yang ada di hadapan-Nya, melainkan juga bagi kami: semua yang percaya melalui pewartaan mereka, dari generasi ke generasi, sampai akhir zaman. Menjelang salib dan penderitaan-Nya, kami ternyata sudah ada di dalam hati-Nya. Yang paling Ia rindukan bagi kami bukanlah kenyamanan atau hidup tanpa masalah, melainkan persatuan: “supaya mereka semua menjadi satu.”
Bapa, persatuan yang Yesus maksud itu bukan persatuan dunia yang dibangun atas kepentingan atau tujuan sementara. Persatuan-Mu adalah persatuan Ilahi: Putra tinggal dalam Bapa dan Bapa tinggal dalam Putra. Lebih menakjubkan lagi, Yesus berdoa supaya kami pun tinggal di dalam-Mu. Betapa besar rahmat itu: Sang Pencipta membuka kehidupan-Nya sendiri bagi ciptaan-Nya, mengundang kami bukan sekadar mendekat, melainkan tinggal bersama-Mu.
Dahulu Engkau memperkenalkan nama-Mu melalui Musa dengan kekudusan dan rasa gentar. Kini melalui Yesus, nama-Mu jadi begitu dekat: ‘Bapa’. Melalui Roh Kudus, Engkau menaruh dalam hati kami bukan roh ketakutan, melainkan keberanian berseru: “Abba – Bapa!” Kami bukan budak yang hidup dalam ketakutan, melainkan anak-anak yang dikasihi.
Bapa, Paulus pernah berdiri di tengah ancaman, kebingungan, dan bahaya. Di saat itu Engkau berkata kepadanya: “Kuatkan hatimu.” Ia terus melangkah, bukan karena situasinya jadi lebih mudah, melainkan karena Engkau berdiri di sampingnya. Demikian pula kami yang berjuang melawan banyak hal: ketakutan, kekecewaan, perpecahan, pencobaan, dan pergumulan yang sering tidak terlihat. Kadang kami kuat, kadang rapuh. Tapi keberanian itu bukan berarti tidak takut; keberanian adalah tetap melangkah sambil menggenggam tangan-Mu.
Seperti Pemazmur berkata: “Engkaulah bagian warisanku… Engkau tidak membiarkan aku.” Kasih-Mu mengusir ketakutan, dan kehadiran-Mu memberi kekuatan.
Bapa, jadikan hati kami tempat tinggal yang nyaman bagi-Mu. Tinggallah dalam kami melalui Yesus Putra-Mu, satukanlah kami melalui Roh Kudus-Mu, dan biarlah kasih-Mu menyata dalam hidup kami, sehingga dunia mengenal, bahwa Engkau telah mengutus Yesus dan mengasihi kami sebagaimana Engkau mengasihi Dia.
Kami melangkah dengan berani, karena tahu kami ini: Putra/putri Bapa yang terkasih, aman di dalam hati Bapa.
Demi Kristus Tuhan kami, Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

