“Ada damai yang hilang saat badai datang. Tapi damai dari Yesus justru berjalan bersama kita di tengah badai.”
Allah yang Maha Rahim,
Pada malam sebelum sengsara-Nya, Putra-Mu memandang hati para murid dan melihat sesuatu yang belum mereka sadari. Mereka berkata, “Sekarang kami percaya,” tapi Yesus tahu, bahwa sebentar lagi ketakutan akan mencerai-beraikan mereka. Iman mereka nyata, tapi rapuh. Kasih mereka tulus, tapi perlu dimurnikan.
Yesus mengasihi mereka. Dia tidak menjauh, karena mereka akan jatuh. Dia mempersiapkan mereka untuk bangkit kembali. Dia tidak menjanjikan jalan yang mudah, tapi kemenangan: “Dalam dunia kamu akan menderita, tapi kuatkan hatimu; Aku telah mengalahkan dunia.”
Bapa, kami melihat diri sendiri dalam para murid itu. Kami sering berjanji setia, tapi mudah goyah. Kami berkata percaya, tapi ketakutan sering lebih keras berbicara. Kami mengejar kesenangan sesaat, sementara Yesus dengan setia memikul salib demi kami. Kami mencari damai dari keadaan yang nyaman, padahal Kristus menawarkan damai yang melampaui keadaan.
Ampunilah kami, karena sering mencari damai menurut dunia: hidup tanpa masalah, luka, dan tanpa pengorbanan. Padahal Putra-Mu tidak pernah menjanjikan hidup tanpa penderitaan. Dia menjanjikan kehadiran-Nya di dalam penderitaan itu. Damai yang melampaui pengertian, damai yang tetap hidup di tengah air mata, penantian, dan pergumulan.
Dalam perjalanan menuju Pentakosta, kami berseru: “Datanglah Roh Kudus!” Seperti saat Paulus menumpangkan tangan kepada orang-orang di Efesus dan kuasa Surga turun atas mereka, jamahlah hati kami sekali lagi. Datanglah ke tempat-tempat dalam diri ini yang mulai lelah percaya. Ubah ketakutan itu jadi keberanian, keraguan jadi keyakinan, dan keletihan jadi harapan.
Ajarkan kami, bahwa iman tidak dibuktikan dengan tidak pernah jatuh, tapi dengan bangkit bersama Kristus lagi dan lagi. Ajarkan kami, bahwa penderitaan demi kasih kepada Yesus tidak menghancurkan kami, tapi membentuk kami jadi semakin serupa dengan-Nya. Karena kemenangan-Mu telah lebih dahulu ditentukan.
Kami masih berjuang, tapi Yesus telah mengalahkan dunia.
Datanglah Roh Kudus, kobarkan hati kami. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

