“Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tapi dukacitamu akan berubah jadi sukacita” (Yoh 16: 20).
Kita sebagai pengikut Kristus sering kali harus menghadapi salib dan penderitaan dalam hidup. Bila kita memikul salib dengan iman dan melakukannya bersama Yesus, dukacita yang kita alami itu akan diubah jadi sukacita. Salib dan penderitaan itu bukanlah akhir dari segalanya. Yesus yang tersalib dan wafat telah dibangkitkan oleh Bapa. Melalui sengsara, wafat, dan kebangkitan-Nya, Kristus telah mengalahkan kuasa kegelapan, dosa, dan maut.
Kebangkitan Kristus jadi sumber sukacita sejati bagi kita. Seperti ungkapan yang mengatakan, “no cross, no crown,” tidak ada mahkota kemuliaan tanpa salib. Untuk memperoleh mahkota kemuliaan, kita harus bersedia menapaki jalan salib.
Marilah kita setia memikul salib hidup masing-masing, agar kita dapat mengalami sukacita dan kegembiraan sejati yang berasal dari Allah. Marilah kita mensyukuri salib dan penderitaan yang kita alami, sebab melalui semuanya itu Tuhan menganugerahkan kekuatan, pengharapan, dan sukacita kepada kita.
Sr. M. Yoanita, P. Karm
Jumat, 15 Mei 2026
Kis 18: 9-18 Mzm 47: 2-7 Yoh 16: 20-23
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

