Apakah jemari angkasa melukis
aneka kembang bunga warna-warni
pada kanvas keajaiban lekak-lekuk bumi
Entah di batu karang dan pasir pantai
Entah di hamparan putihnya salju
Entah di padang belantara tandus gersang
Entah di hutan rimba bukit dan gunung
Entah di taman kreasi aneka keluarga
Entah di angkasa luas imajinasi para seniman
Bunga yang kecil hingga ukuran raksasa
Kembang yang berwarna-warni aneka aroma
Di bawah siraman energi mentari
adakah kreasi insani melampaui kesejatian inovasi jagat raya
Untuk mengatur sistem kembang biak bunga
Untuk menggores perjumpaan putik dan sari
Untuk menulis sosok kelopak dan tangkai
Untuk menggubah syair warna melebihi pelangi
Untuk meramu aroma dalam setiap kembang
Untuk menyusun kisah cerita akar batang tangkai dan dedaunnya bunga
Entah…
Manusia dan anomali bahasanya
Seniman dengan rangkaian kata dan angka
Coba melahirkan menu pengalaman misteri
dalam keterbatasan pikiran dan mimpi
Ketika musyawarah kembang digelar semesta
Tak peduli ada manusia yang terpesona
Aneka kembang bunga terus ada dan terjadi
Aroma seribu kembang nyata dan misteri
Mungkin hanya debu tanah yang setia menulis kisah cerita
Mungkin hanya angin yang tahu nada dan irama
Mungkin hanya waktu yang mendengar kata dan suara
Mungkin juga serangga dan margasatwa jadi saksi
Seribu arti kembang
adalah wajah kreasi Sang Pemilik jagat raya
Sejuta makna bunga
adalah sosok inkarnasi Sang Empunya semesta
Mungkin…
para seniman adalah perawat taman bunga jagat raya
yang biasa mengagumi warna warni kembang
yang terpesona aroma bunga-bunga

