“Berbahagialah orang yang taat dan setia melaksanakan tugas perutusan Tuhan.” -Mas Redjo
Percaya dan mengimani Yesus berarti hidup ini tidak untuk diri sendiri, tapi untuk Tuhan dan sesama.
Syarat utama dan mutlak untuk bekerja di Kebun Anggur Tuhan adalah, kita harus menanggalkan keakuan diri (ego) dengan melayani sesama ikhlas hati!
Orientasi itu didasari Injil Matius 20: Perumpamaan Pekerja di Kebun Anggur. Tuhan yang Empunya kebun sedang mencari pekerja. Hal ini melambangkan panggilan hidup kita untuk melayani Tuhan. Pekerja yang datang pertama maupun yang terakhir itu akan menerima besaran upah sama, yaitu keselamatan!
Jika kita berpikir, Tuhan pilih kasih, karena memberikan upah yang sama pada pekerjanya, baik pada yang senior dan yunior itu datang dari iri hati si jahat. Untuk diingat, disadari, dan dipahami, bahwa status kita adalah pekerja tanpa embel-embel yunior atau senior.
Kita dipilih Tuhan untuk bekerja di kebun Anggur-Nya itu adalah karunia yang luar biasa agar tidak disia-siakan. Kita dipercaya untuk tidak mengecewakan-Nya, tapi untuk bekerja dengan dedikasi, komitmen, dan bertanggung jawab.
Kita juga bukan para penggarap yang jahat dan ingin menguasai kebun itu. Sehingga membunuh utusan dan ahli waris (Yesus). Melainkan kita adalah penggarap yang taat dan setia untuk melaksanakan perintah-perintah-Nya.
Sekali lagi, dan untuk dipahami, bahwa seorang pekerja, alias hamba itu tidak melebihi Tuannya. Artinya, kita bekerja itu orientasinya tidak untuk jadi yang pertama dan hebat, serta demi dunia. Tapi untuk kemuliaan Tuhan.
Kita adalah para penggarap kebun Anggur-Nya yang taat dan setia. Bekerja dengan sepenuh hati agar kita berbuah dan hidup berkenan bagi-Nya.
Mas Redjo

