1.
Kemarin, Hari ini, Esok?
Kemarin…
masih terdengar burung-burung bernyanyi
menari di antara hijau pepohonan
Masih bergema dendang margasatwa
bersendaugurau di padang dan hutan belantara
Sungai mengalir bening berseri
Langit biru awan putih berarak manja
Musim silih berganti lestari harmoni
Hari ini…
Deru mesin alat-alat berat
halau suara burung dan margasatwa
Hutan belantara sirna seketika
Banyak lubang menganga setelah dikuras isinya
Lumpur memenuhi sungai dan kami tergusur
Air mata jadi nyanyian abadi
Lara nestapa seperti takdir Ilahi
Tak tahu harus ke mana dan hanya menunggu mati
Lara merana karena kekayaan alamnya
Esok nanti…
mentari pasti tetap bersinar kembali
Tetapi wajah tanah ini telah berganti
Tulang belulang kami pasti sirna
tergilas alat berat dan musnah oleh senjata
Bagi kami hanya lagu balada selamanya
Bagi mereka sejarah bahagia kuasa dan harta
Inikah lakon sandiwara semesta
Apakah ini takdir kehendak Sang Pencipta?
2.
Aku dan Bunga-bunga
Semua bunga bernyanyi merdu
dalam tenunan pesona warna-warni
Segala kembang bermadah indah
dalam lukisan panorama makna arti
Getar-getar nada nyata menggema
membelai raga rasa dan nalar
Denting-denting melodi misteri membahana
membuai hati nurani dan sanubari jiwa
Pada langit biru
Aku tulis satu kata
“Terimakasih”
Pada cahaya rindu
Aku gores satu warna
Syukur Alhamdulillah
Pada bunga dan kembang
Aku sematkan satu bisikan
“I Love You”
Pada wajah jagat semesta
Aku patrikan sebuah nada
“You are wonderful”
Pada jiwa raga aku berjanji
untuk menulis pada buku kehidupanku
“Aku mau jadi bunga indah mempesona”

