”Menikmati kedamaian dan ketenangan hidup, karena rasa syukur itu jauh lebih bermakna daripada segudang kekayaan dan harta duniawi yang harus dijaga, karena khawatir akan kehilangan dan kepunahan.”
Yesus adalah Tuhan dan pemilik segala kekayaan, di bumi maupun di Surga, tapi Ia tidak pernah menjanjikan para pengikut-Nya kekayaan, harta, dan kedudukan, melainkan damai sejahtera dan keselamatan kekal. Ia bersabda: “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu” (Yoh. 14: 26).
Beberapa hal yang perlu dipikirkan dan direnungkan, yakni:
- 1) Percaya kepada Yesus adalah harta terindah dan termahal yang dimiliki oleh seseorang di dunia ini;
- 2) Ketenangan dan kedamaian hidup, karena ucapan syukur itu jauh lebih utama daripada pencairan akan uang dan harta kekayaan duniawi;
- 3) Menyebarkan damai Kristus kepada sesama adalah cara terbaik dalam memaknai kehidupan iman seseorang.
Jiwa yang bersyukur atas yang dimiliki itu lebih tenang hidupnya daripada mereka yang tidak puas sehingga terus mencari kekayaan dan harta duniawi.
Monsignor Inno Ngutra, Pr

