Jadilah Pembawa Terang Tuhan
Setelah memberitakan Injil di Listra, Paulus mengalami hal yang nyaris tidak bisa diterima akal sehat. Ia dilempari batu, sehingga hampir mati, lalu diseret ke luar kota.
Jika kita yang mengalami hal itu, mungkin kita memilih menyerah, menjauh, atau larut dalam luka dan kekecewaan. Tapi tidak demikian dengan Paulus. Ia justru bangkit, kembali masuk ke kota. Bukan untuk membalas atau mengeluh, melainkan untuk menguatkan iman Jemaat dan meneguhkan hati mereka. Sungguh luar biasa!
“Apa yang membuat Paulus tetap berdiri di tengah penderitaan?”
Jawabannya adalah damai Kristus. Damai yang tidak bergantung pada situasi, tapi bersumber dari kehadiran Tuhan dalam hati yang percaya.
Yesus memang tidak pernah menjanjikan hidup tanpa kesulitan. Justru sebaliknya, Ia menyampaikan, bahwa penganiayaan akan datang. Tapi bersamaan dengan penyampaian hal itu, Dia juga memberikan sesuatu yang dunia tidak bisa tawarkan, “Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu.” Sebab itu, ketika kita merasa jatuh, terluka, atau ditolak, ingatlah, bahwa damai Kristus tetap dan senantiasa ada. Kita mungkin tidak bisa menghindari badai, tapi bersama Yesus, kita bisa tetap tenang.
“Ya, Tuhan, jadikan kami pembawa terang-Mu agar dalam setiap penolakan, luka, dan badai, kami tetap jadi tanda harapan di tengah dunia yang rapuh ini. Amin.”
Ziarah Batin