“Sibukkan diri dengan bertumbuh, bukan menghakimi.” -Rio, Scj.
…
Ketika ngopi pagi, Jhosua yang anak TK itu datang. Dia memberi salam, lalu minta dipangku. Terlihat ada belek di kedua matanya. Saya lalu meminta untuk membersihkan mata itu. Oh, mata … Dua mata yang dianugerahkan Tuhan pada kita itu tentu mempunyai maksud dan tujuan.
Ya, mata itu organ vital yang tidak ada duanya. Bukan sekadar untuk melihat, melotot, melirik, dan main mata. Melainkan mata itu sebagai pengingat untuk kesadaran hati dan jiwa ini.
Mata yang pertama itu untuk melihat kebaikan sesama. Tulus melihat hal baik dari sesama agar hati ini tidak mudah iri, tidak untuk menghakimi. Pikiran ini jadi adem nan tenang, tanpa pusing membanding-bandingkan. Jiwa ini penuh syukur dan sukacita yang membuat hidup makin berwarna.
Mata yang satunya lagi, untuk melihat dengan jujur kelebihan dan kekurangan diri. Agar kita terus belajar memperbaiki diri dan tidak merasa paling pintar dan benar. Kita sibuk untuk bertumbuh dan bukan untuk menghakimi. Kita sibuk mengasilkan buah, bukan mencari siapa yang salah. Melainkan kita sibuk berproses, tidak untuk protes.
Deo gratias.
…
Rm RP Rio, Scj

